eco eco

Jumat, 30 Oktober 2020

Kisah Nyata Misteri Pendakian pertama ke gunung PANGRANGO

Hari Jumat, tanggal 04 September 2020. Siang itu, setelah sholat Jumat, saya pun menyiapkan segala bahan yang akan di bawa ke pendakian itu, setelah saya menyiapkan semuanya, tepatnya jam 14.00 saya menyampar teman saya yg bernama ragga yg ingin ikut bersama saya, kemudian kamipun bergegas menyampar teman yg lainnya, setelah kami ber5 (saya(agung) ragga, denal, gilang,Feby ) berkumpul , lalu kamipun langsung bergegas ke titik kumpul dan menjumpai teman kami yg ikut juga, setelah semuanya berkumpul, kamipun siap siap berangkat ke basecamp, kami berangkat dari titik kumpul selepas sholat isya setelah kami semua sholat, kamipun tidak lupa berpamitan kepada orang tua salah satu teman kami (titik kumpul), berangkat lah kami dari titik kumpul, setengah perjalanan, salah satu ban motor teman saya mengalami trouble,( bocor) dan kamipun mencari tambal ban yg masih buka, Alhamdulillah tidak lama perjalanan kamipun bertemu tambal ban yg masih buka, selepas itu, kamipun melanjutkan perjalanan kami, dan ditengah perjalanan ban salah satu teman saya, mengalami trouble lagi, kali ini beda motor , yg dialami teman saya harus ganti ban dalem dan luar, singkat cerita, kamipun sampai di basecamp cibodas pada jam 12 malam, kamipun ber7 beristirahat kira" 3jam kami beristirahat, setelah beristirahat kamipun siap" untuk menanjak, jam 4 kami mencari warung di daerah basecamp untuk sarapan, Alhamdulillah pemilik warung itu sangat baik, setelah kami sarapan, kamipun berdoa terlebih dahulu, dan mulai nanjak pada jam 5, berjalan lah kami, kami bercanda gurau, mengobrol, dan bercerita, tidak jauh setelah gapura gunung, saya merasakan hawa yang sangat beda, benar saja, saya melihat diujung mata saya, ada sosok pocong di pohon besar , dan sayapun menghiraukannya, karena takut teman saya pada panik, posisi leader ( Aden ) disusul Feby, Gilang , denal ,saya ( agung ) , ragga , dan swiper nya adalah nofal. sampai lah kami di pos pertama, dan teman saya yg bertugas sebagai leader mengurus semuanya disitu, lanjut kami berjalan lagi dan Alhamdulillah tidak terjadi apa", sampai kami di shalter pertama, kamipun beristirahat terlebih dahulu, karena adzan subuh telah berkumandang, suasana mendadak hening, tidak ada suara kecuali suara adzan, dan saya melihat sekeliling hutan, dan saya melihat sekelebat putih, dan saya menghiraukan nya lagi, padahal saya tau, bukan saya saja yg melihatnya, Selepas beristirahat kamipun melanjutkan perjalanan tanpa kami sholat terlebih dahulu karena track menanjak, sampai lah disebuah jembatan batu, kami beristirahat lagi untuk meminum air sedikit, lanjut perjalanan dengan mengobrol, sampailah kami di telaga biru, kami mencuci muka di telaga tersebut,dan hari mulai terang, kamipun melanjutkan perjalanan lagi, singkat cerita sampailah kami dishalter rawa Denok 2, kami beristirahat untuk nyemil dan minum, lanjut kami bergegas lagi menuju pos kandang badak, kami banyak pos yg kami lewati, karena waktu yang semakin mepet, kami tidak ingin sampai puncak pangrango malam hari, sampai lah kami di pos kandang badak pada jam 13.00 dan kami beristirahat sekitar 45 menit, setelah itu kamipun bingung, kami ingin melanjutkan Sumit ke puncak pangrango atau puncak gede, dan diputuskan lah kami akan Sumit ke puncak pangrango, saya dan 3 teman saya ( Feby , ragga, denal ), langsung bergegas menuju puncak pangrango, 3 teman saya ( Aden , Gilang , nofal ) masih beristirahat, kami Sumit ber4, kami sangat banyak merasakan hal aneh, teman saya Feby mengatakan, banyak cabang ditrack , padahal yang saya lihat ditrack hanya ada 1 arah dan tidak ada cabang sama sekali, ditengah perjalanan saya mencium bau kemenyan dan wangi"an bunga yg sangat menyengat, namun saya tidak memberitahu kepada teman saya, singkat cerita, kamipun sebentar lagi sampai ke puncak, kira" ( 1 jam lagi ) , dan disitu kami beristirahat untuk minum , singkat cerita, sampai lah kami dipuncak pangrango pada jam 17.00, kamipun sangat senang, karena kami ber4 pemula ( blm pernah sama sekali naik gunung ) kamipun berfoto" sbntr, dan kami memutuskan untuk menyusul teman kami yg tertinggal dibawah, karena jika kami bermalam dipuncak, mungkin kami bisa mati karena kedinginan dan kelaparan, karena logistik dan tenda ada di ceril teman saya yg masih dibawah jauh, kamipun bergegas untuk menyusul nya, tak lama sekitar 30 menit , kamipun berjumpa dengan mereka, kamipun beristirahat terlebih dahulu, karena kabut dan hari mulai gelap, kami beristirahat sampai adzan Maghrib berkumandang, suasana mendadak hening, dan hawa mulai aneh, dan selepas adzan kami langsung bergegas lagi menuju puncak pangrango, dan ditengah perjalanan, posisi leader Feby dan saya menjadi swiper, saat berjalan Feby menyuruh kami untuk berhenti, mata dia buram, dia melihat banyak sekelebat bayangan yg menghalangi jalan, dan yg anehnya, posisi saya disitu adalah swiper, dan anehnya dan ngerinya, saya merasakan ada orang dibelakang saya, bulu kuduk saya mendadak merinding semua, dan sialnya disitu headlamp habis baterai, mau tidak mau saya mengeluarkan hp saya untuk menyenter jalan, saat saya hendak mengambil hp saya, di ujung mata saya, saya melihat sosok pocong lagi, kali ini saya agak panik, dan saya mengatakan kepada teman saya, hey bro buruan dong, gatel ni banyak nyamuk, setelah itu kami melanjutkan perjalanan, saat kami melewati track yg sangat menanjak nofal pun merasa kan hal ganjil, dia melihat kamu ber6 berjalan kearah jurang, diapun berteriak , woi tungguin gua napa, gua yg tuntun jalan aja deh, saat nofal ingin naik keatas , karena track nya sangat tinggi kamipun harus berpegangan ke setiap akar yg ada, saat nofal ingin naik sontak kaki dia ada yang menahan sampai jatuh, disitu saya sudah tidak karuan, saya ingin buru" sampai puncak, karena cuaca dingin sekali padahal saya memakai baju 4 lapis, saat kami melanjutkan perjalanan, Feby lagi" melihat jalan yg bercabang dan melihat sekelebat bayangan lagi, dan saya mendengar berbagai macam suara aneh, dari mulai suara kuntilanak tertawa di ujung hutan, dan suara tembang yg samar, dan kami mempercepat perjalanan, saat kami hampir sampai puncak, kami menanjak lagi dan disitu kali ini teman saya yg bernama aden kakinya merasa ada yg menahan, dan benar saja, kaki dia ditahan oleh sosok tak kasat mata, dan kamipun sudah makin tak karuan, kami pun semakin mempercepat perjalan sambil berdoa dan membaca sholawat. Singkat cerita, kami sampai puncak pangrango lagi pada jam 18.30 lalu kamipun segera menuju camp Mandalawangi, untuk membangun tenda dan memutuskan tidur di Mandalawangi, singkat cerita tenda pun didirikan, masak lah kami dan ngopi" , setelah itu saya merasa ngantuk, dan saya pun tertidur, saya terbangun pada jam 11 dan karena saya mendengar suara nafas yg sangat kencang ditelinga, sayapun menghiraukan nya, saya terbangun 4 kali saat tidur karena cuacanya yg sangat begitu dingin, ditambah lagi, saya tidur hanya menggunakan sarung dan jaket, teman sayapun, yg bernama aden itu mengalami hal sama, dia mendengar suara nafas dan helaan yang sangat kencang dari luar tenda , suara itu tentu bukan suara manusia, karena dari suaranya sangat berat sekali, pagipun tiba, masaklah kami dan makan" setelah itu kamipun berfoto di sabana yg ada di Mandalawangi yg kebetulan bunga edelweis saat itu sedang mekar"nya, singkat cerita kamipun mulai melanjutkan perjalanan untuk turun, dari camp Mandalawangi ke puncak kira" hanya memakan waktu 5menit, detelahy dipuncak kami sbntr untuk berfoto, dan setelah itu kamipun melanjutkan perjalanan lagi, singkat cerita, kami berpisah karena ada yg lambat sekali jalannya, dan ada yg sangat cepat, dan sisa saya berdua dibelakang saya dan teman saya ( ragga ) berjalan santay karena memang waktu masih lama untuk plg, kami menikmati keindahan alamnya, ditengah perjalanan saya mencium bau kemenyan dan wangi"an bunga lagi, padahal itu siang saat terik matahari, tapi wanginya sangat menyengat, saya pun menghiraukan nya lagi, singkat cerita, saya bertemu 3 teman saya ( Aden , nofal , Gilang ) saya pun melanjutkan perjalanan lagi, sedangkan 2 teman saya ( Feby , denal ) sudah sampai di basecamp cibodas, singkat cerita kami ber4 pun sampai di basecamp cibodas pada jam 15.30 kamipun beristirahat, dan kami pun pulang dengan selamat.

Rabu, 28 Oktober 2020

Kisah Nyata Misteri di Cicalengka

Assalamualaikum ka perkenalkan nama saya silvy saya mau cerita sewaktu saya masih sekolah sma,kebetulan saya ikut ekstrakurikuler pecinta alam dan setiap tahun itu suka di adakan pendidikan(diklat). Kejadian ini terjadi ketika pendidikan pecinta alam eskul saya tepat nya pada tanggal 24 desember 2019 di kw cicalengka pada saat berangkat itu masih mulus2 aja aman ka, nah saya dan teman² yang lain itu mengadakan diklat itu ya menginap sekitar 7 hari. begitu sampai lokasi yang laki laki langsung membuat tenda dan tempat memasak yang perempuan persiapan masak untuk makan siang. Saya dan teman saya yaitu syahra dan andini mau mengambil air di sungai setelah selesai mengambil air kita balik lagi lah ke tempat masak nah disini mulai terjadi keanehan pada saat dijalan kenapa kami tidak sampai² jalan terasa jauh sekali kita tidak memperdulikan itu, jalan terus tapi saya merasa kalo kita balik lagi balik ke tempat yg sama jadi seperti tersesat sampai saya meminta teman saya istirahat dulu sebentar karena cape jalan terus mana berat bawa air pula akhir nya kita semua istirahat dan memikirkan bagaimana cara nya kita bisa balik ke lokasi kita berdoa dan akhir nya kita jalan lagi dan alhamdulillah kita sampai di lokasi lagi. Hari kedua dan ketiga masih biasa belum terjadi sesuatu masih aman² saja tapi pada hari ke 5 malam hari mulai terjadi sesuatu salah seorang alumni meminta kepada saya untuk buang air kecil sebut saja teh ina "sil antar pipis" oh iya teh hayu tapi aku gaada senter teh " ini aku ada kamu pegangin senter nya nanti" siap teh" dianterlah teh ina sama aku tempat buang kecil nya di belakang tenda masak tapi agak jauh sedikit karena kalo ke mck terlalu jauh takut juga nah ada saat teh ina pipis saya nunggu di depan pinggir saya itu pohon gede tapi ya ga terlalu gede juga sii, angin disitu gede banget saya bilang lah ke teh ina " teh udah belum cepet" belum sil bentar lagi" saya diem lah sambil main senter kedepan tiba tiba teh ina nyeletuk " sil jangan disorotin ke aku atuh" hah aku kaget dong aku ga senterin teh ina di belakang aku main senter di depan nyenteri tenda aku bilang yaudah lah ya kita diem aku juga diem nah pada saat saya melirik ke pohon itu ada tinggi item banget di sebelah saya saya sontak kaget langsung istighfar dan bilang ke teh ina " teh silvy tunggu di bawah cepet" iya kata nya. Udah lah ya biasa lagi cuma pada saat kita mau brefing ngomongin tentang kendala siswa hari itu tiba tiba punggung saya berat banget dan panas saya masih positif dan berpikir mungkin masuk angin minta lah saya ke medis untuk minta tolak angin masih bisa ditahan itu sakit nya tapi pada saat brefing dimulai punggung terasa semakin berat dan panas banget saya diem nunduk karena tidak kuat punggung sakit banget dan berat sampai saya nangis teman saya nanya sebutlah arni dia nanya" sil kenapa? Punggung aku berat dan sesek, bilang lah ke medis medis datang langsung disitu saya lepas kontrol ya saya kesurupan setelah saya sadar saya dibawa ke api unggun dan diajak ngobrol ditanya lah oleh seorang alumni "kenapa sil?" dijawab gapapa ini api nya anget ya" aku jawab ngga padahal disitu posisi nya saya depan api unggun tapi tidak ada hangat sama sekali saah seorang alumni bilang kata nya dia memang rada bisa "kamu tadi sih jail main senter jadi kaya gitu"aku kaget kenapa tau gitu terus aku juga main senter cuma ke tenda aja ga kemana mana, aku diem lah dan meminta maaf dan meminta izin untuk istirahat duluan Itu cerita saya sewaktu menjadi panitia diklat pecinta alam masih banyak kejadian nya hanya itu sebagian kecil dari cerita saya terimakasih semoga bisa mengambil hikmah nya dari cerita saya

Senin, 26 Oktober 2020

Kisah Nyata Misteri Pengalaman mendaki gunung guntur

Perkenalkan nama saya sebut saja imong...saya akan bercerita tentang kisah pendakian saya bersama kawan saya ke gunung guntur...saya memang terbilang adalah orang yang agak sensitif terhadap makhluk seperti itu..karna kekluarga saya bilang itu merupakan sifat dari keturunan dan katanya sudah turun temurun sejak lama..saya sendiri tipe orang yang percaya tidak percaya atas itu semua..namun memang sejak kecil,saya sudah banyak mengalami hal mistis dan melihat mereka...sebelumnya saya mohon maaf apabila ada kata yang tidak jelas atau pun salah...dan saya harap kisah ini bisa menjadi pelajaran dan bisa diunggah di akun youtube bang prasodjo.. Jadi begini ceritanya..pada awalnya saya bersama rekan sepekerjaan saya berniat untuk pergi berlibur pada saat pergantian shift dari shift pagi ke shift malam,karna di tempat kerja kami waktu bekerja dibagi 3 shift..pagi,siang,dan malam... Pada saat merencanakan liburan itu..teman teman semuanya berniat untuk pergi berlibur ke pantai santolo karna waktunya berbarengan sama karyawan lain yang sepekerjaan namun berbeda gedung..dan yang sama gedungnya sama saya saat itu cuma bertiga..saya sendiri..rana dan taufik...mereka juga berniat untuk pergi ke pantai dan minta untik berangkat bareng sama rombongan gedung sebelah tapi saya bersikeras ingin pergi ke gunung karna sudah lama tidak pergi mendaki... Singkat cerita hari demi hari berlalu...dan sampailah akhirnya pada waktu yang telah dinanti nantikan...kita semua sepakat pergi pada jam 3 sore usai pulang shift pagi... Namun pada saat itu apa yang telah direncanakan seakan harus batal karna beberapa alasan...dan yang paling membuat saya kesal..teman saya yang bernama taufik malah pulang kampung karna emang notabene kita bertiga adalah perantau... Disitu saya bingung karna emang dari awal anak anak udah pesan terhadap saya untuk bawa peralatan camp karna awal mulanya kita pengen ngecamp di pantai yang akhirnya tidak jadi... Selang beberapa lama..rana nelpon..dan bilang mau jadi gak?saya sontak bilang ayok ayok aja...sedangkan rombongan yang lain mungkin sudah berangkat duluan... Waktu itu jam 4 sore rana nyamperin saya ke kos kosan karna emang kita tidak satu kosan..dan saya menyarankan "udahlah kita ke gunung aja,tanggung udah bawa tenda dan flysheet"karna emg waktu itu cuma tinggal tenda dan flysheet yang tinggal ada karna yang lainnya udah di pinjam sama anggota yang lain..karna waktu itu saya pinjam dari anak pramuka dari bekas saya dulu di didik.. Singkat cerita kita sepakat buat naik gunung guntur lewat jalur cikahuripan...dan berencana buat ke rumah si rana dulu katna emang deket dari rumah nya ke pos cikahuripan... Sekitar jam 5 sore kita berangkat dengan 2 motor...dan singkat cerita sampailah di rumah teman saya..rana itu.. Kita berisitirahat dulu dan mempersiapkan alat alat yang belum lengkap...waktu itu kita menyewa satu kompor dan satu matras..sedangkan rana pinjam lagi sleeping bag sama carier untuk membawa perlatan camping karna saat itu tidak ada carier cuma bawa daypack...dan itu juga cuma satu... Waktu itu jam sudah menunjukan jam 6 kurang dan suara adzan magrib pun berkumandang..saya memutuskan untuk pergi ke pos selepas magrib saja..dan saat itu langsung saja sholat magrib di rumah teman saya.. Selesai solat magrib kita langsung berniat berangkat dan minta ijin ke orang tua si rana...namun pas minta ijin,ibu nya rana berpesan.."ingat datang kesana kita hanya berniat tadabur alam,kalo pengen tau mah gapapa untuk pengalaman"ucapnya. Disitu saya yang tadinya semangat agak down mendengar perkataan itu..karna selama saya pergi dan mendaki ke gunung,tidak pernah ada yang sampai berpesan seperti itu..namun saya hiraukan dan langsung saja berangkat.. Kita naik satu motor pakai motor saya...karna motornya rana di simpan di rumahnya supaya memudahkan dan cari aman... Sekitar waktu isya kita sampai di parkiran motor karna pada saat itu sudah terdengar banyak orang yang mengumandangkan adzan...pas di parkiran juru parkir bertanya.."mau ngecamp?"..rana menjawab "iyak pak"..."cuma berdua?".."iya"...terus juru parkir juga nanya,"tau gak jalurnya?",rana menjawab lagi "tau pak,saya orang sini jadi udah pernah ke sini"... Trus beliau berkata"kalo gak tau sama takut,bareng aja sama rombongan lain,itu ada tiga orang yang udah start duluan,atau mau bareng aja sama rombongan ini?"karna emang pada saat itu kita berbarengan sama rombongan jejak petualang dari trans 7.. Saat itu saya yang bersemangat langsung mengajak rana untuk berjalan duluan karna waktu udah malam..supaya gak kemaleman dijalan dan bisa sampe ke puncak tengah malam... Singkat cerita disitu kita mulai berjalan sekitar pukul 7 lebih kita mulai pendakian..melewati jalur yang notabene bebatuan yang lumayan agak besar dan membuat dengkul agak pegal.. Namun sialnya disitu di dalam hati saya bergumam "apa aman kita berdua naik malam seperti ini?tapi yaudahlah positif thinking aja"..dan saya tetap semangat untuk melanjutkan perjalanan...senantiasa di perjalanan kita berdua berdoa... Awal perjalanan masih aman aman aja..gak ada kendala..kita jalan berdampingan saya sebelah kiri dan rana sebelah kanan saya.. Namun yang membuat saya agak aneh waktu itu...sebelum kita berangkat kan ada 3 orang pendaki yang berangkat sebelum kita,tapi entah kenapa..padahal kita berangkat tidak lama jauh dari mereka tapi mereka tidak kunjung terlihat... Keanehan terjadi selang beberapa lama...saya pribadi yang mengalami keanehan tersebut...entah kenapa perasaan saya yang tadinya menyorotkan senter ke arah bawah untuk melihat tanda jejak itu perasaan selalu ingin melihat ke depan ataupun ke arah kanan dan kiri...lalu saya memutuskan untuk berhenti karna ingin minum dan merasa sangat pegal..padahal belum jauh dari tempat pemberangkatan pertama...waktu kami berhenti saya menyorot dan melihat ke arah kanan...saya terkejut..padahal saya belum terlalu jauh dan perjalanan pun peeasaan belum terlalu tinggi...pas di sebelah kanan saya sudah melihat ke arah bawah sudah banyak lampu dari rumah warga..saya disitu nanya sama rana..."ran ini udah tinggi yah?kok udah kelihatan lampu dari rumah warga?"...yang bikin saya agak kaget adalah rana menjawab "apanya yang lampu rumah..itu mah pohon pohon dari hutan yang ada di bawah"disitu saya gak banyak bicara dan langsung meminta buat melanjutkan perjalanan... Selepas kejadian itu entah mengapa selalu ingin melihat ke depan dan menyorotkan senter ke arah depan...pas sampai di jalan yang agak nanjak ada jalan yang agak belok ke kanan...pas saya nyorot ke depan..disana terdapat seorang perempuan yang sedang duduk di pinggir jalan..saya langsung nunduk dan melanjutkan perjalanan dan meminta rana tidak jauh jauh karna dia terus berjalan cepat dan saya hampir tertinggal terus menerus...pas lewat tepat dekat perempuan tersebut saya langsung reflek bilang "assalamualaikum,punten ngiring ngalangkung(misi numpang lewat)" dan seketika langsung perempuan itu menghilang..dan rana terkejut saya bilang begitu...dia bertanya "kenapa kamu salam?" Saya jawab "udah lanjut aja". Singkay cerita kita sampai di pos simaksi..sampai disana kita langsung ke wc terdahulu dan langsung sholat..tidak lupa kita istraht dan ngopi dahulu disana.. Banyak pendaki yang emang disitu juga berniat buat muncak...selang beberapa lama ada pengumuman bahwa untuk melanjutkan perjalanan ke puncak dari situ tidak boleh lebih dari jam 9...tanpa menunggu lama kita langsung registrasi kepada pengawas dan mengecek semua perlengkapan yang ada..dan para petugas memberikan pemberitahuan tentang etika dan peraturan kalo kita ingin muncak ke puncak gunung. Kita langsung berangkat setelah selesai mengecek persyaratan bersama dengan para pendaki lain yang juga akan melanjutkan perjalanan...perjalanan sampai pos 1 masih aman dan gak ada kejadian apapun..disitu saya lihat peta yang terdapat di form registrasi yang diberikan oleh petugas pas di pos simaksi...padahal jarak dari pos 1 ke pos 2 itu tidak terlalu jauh cuman perasaan saya tidak sampai sampai ke pos 2...dan anehnya pas formasi diubah yang tadinya berdampingan sekarang rana di depan dan saya di belakang,gak tau kenapa pas kami sedang melewati jalan yang nanjak itu perasaan ada yang ngikutin dan mendengar jejak kaki dan orang yang ngbrol..awalnya saya kira adalah pendaki yang lain..tapi pas dilihat ke belakang..gak ada orang dan para pendaki pun sudah tidak terlihay karna memang kita sudah berpisah sejak di pos 1 tadi..disitu saya tidak menghiraukan...dan entah mengapa yang di peta di tulis cuma ada satu jalur..saya dan rana terus menemukan jalan bercabang..sekitar lima kali kejadian seperti itu...untung saja saya dengan sedikit pengetahuan dan pengalaman dan juga dari rana yang sudah emang tau jalur,kita bisa sampe ke pos 2 dengan selamat...dan asal kalian tau..setiap persimpangan yang kita pilih itu...ternyata arah yang tidak kami pilih itu pas disorot setelah melewati nya ternyata itu adalah parit dan jurang. Lanjut dari pos 2... Di pos 2 saya sudah sangat merasa lelah..baru pertama kali mengalami keadaan seperti ini selama pengalaman saya mendaki gunung...dan saya memutuskan untuk makan karna memang sejak pemberangkatan dan pulang kerja saya belum sempat untuk makan dan mengisi perut..disana juga ada beberapa kelompok pendaki yang sedang beristirahat..saya yang cuma memakai celana panjang dan cuma berpakaian daleman sweeter dan berlapis kaos diluar nya..di situ tiba tiba mulai turun kabut dan terasa ada angin yang menusuk berhembus melewati tubuh...disitu saya sempat berpikir kembali "apa tidak apa apa..mungkin kah saya tidak akan mengalami hypothermia?,soalnya saya baru lagi sejak sekian lama tidak muncak ke gunung",gumam saya dalam hati. Dan benar saja setelah selesai makan..lalu saya disitu mulai menyulut roko..tapi selang beberapa lama sejak itu saya rasakan tidak bisa merasakan tangan dan kaki saya...semuanya terasa dingin dan menggigil..tapi orang sekitar..termasuk rana melihat saya biasa saja...namun saya bicara "dingin ran"disitu dia langsung inisiatif mengajak saya untuk melanjutkan perjalanan..dan alhamdulillah semuanya tidak berkelanjutan..tapi yang saya rasakan saat itu carier yang saya bawa itu sangat berat..emang pas di pos 1 juga saya sudah merasakan carier itu sangat berat..namun yang sangat benar benar terasa itu saat dari perjalanan pos 2...ditambah medan yang benar benar lumayan menguras tenaga dan sangat nanjak...sampai sampai saya tertinggal jauh sama rekan saya...yang emang dia berkata "saya duluan aja,masih banyak pendaki lain di belakang,kalo kita banyak berhenti malah lebih capek"ucapnya.saya menjawab"yaudah kalo mau duluan,duluan aja". Disitu saya bareng sama pendaki dari rombongan lain yang memang mereka juga ketinggalan sama rombongannya..ada satu perempuan dan satu cowok..atau sebut saja lah mereka berpasangan..dan saya merasa kasihan karna mereka tidak bawa senter dan cuma mengandalkan penerangan dari flash handphone...setelah beberapa lama saya merasa kalo terus menerus begini kapan sampainya ke puncak..lalu saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan meminta ijin kepada mereka buat jalan duluan karna yang memang mereka agak lambat dan yang ceweknya itu cuma pakai pakaian sweeter,topi,dan sepatu allstar yang mungkin akan menambah sulit perjalanannya... Setelah agak jauh sampailah pada jalur yang lumayan hutan..dan dari kejauhan terlihat ada rombongan yang di depan sedang beristirahat dan disana juga terdapat rekan saya sedang menunggu..saya bilang "jangan cepet cepet,pelan aja kaki saya terasa pegal"dia menjawab "yaudah kita pelan pelan aja". Pas kita baru melanjutkan perjalanan,kita menemukan persimpangan di jalan tersebut ada yang lurus dan ada yang ke kanan,disitu semua berhenti dan berpikir karna memang saat itu saya berada paling depan diantara mereka dan saya melihat ke bawah untuk melihat bekas jejak yang dilewati para pendaki lain.tapi saat itu rana terus maju lurus,saya memutuskan untuk bawa jalur kanan dan langsung memanggil rana "ran,mau kmna kamu?.ayo jalur nya sebelah sini"..dan apa yang terdapat di jalan lurus itu..itu bukam jalur ke puncak,namun tepat di depan nya itu adalah jurang yang lumayan agak dalam...terlambat satu detik saja saya memanggil rekan saya..mungkin saya tidak tau apa yang akan terjadi pada dia.. Disitu saya mulai sadar gak sadar..tiap kali saya tidak diajak ngobrol seakan akan saya tidak sadar dan terus terusan meminta air minum ketika melewati atau berada di daerah yang memang rimbun dan gelap... Karna disitu saya hampir kelelahan dan hampir tidak sanggup..saya banyak berhenti lagi dan merasakan carier yang emang sangat berat..padahal didalam carier tidak terlalu banyak barang..cuma tenda,flysheet,kompor,sleeping bag,sama air mineral 2 berukuran botol 1,5 lt..namun carier itu terasa sangat berat. Selang beberapa akhirnya saya ketinggalan lagi dan lumayan jauh lagi dari rombongan yang lain dan saya sendiri lagi saat itu. Namun saya terus berdoa dalam hati,karna sudah hampir 2 jam kita tidak sampai sampai ke pos 3 yang di peta sebenarnya tidak terlalu jauh dari pos 2..saya terus menyorotkan senter ke arah bawah dan tidak mau melihat ke samping atau depan..namun tetap seakan ada bisikan bisikan yang mengarahkan saya nengok ke samping apalagi ke depan..disitu saya penasaran..di jalan yang agak landai dan didepan jalur agak belok sedikit ke arah kanan..perasaan saya ingin melihat ke depan..pas tidak disorot pake senter yang di hadapan saya itu hanya pepohonan yang jauh dari tempat saya berpijak namun pas di sorot saya begitu kaget..kenapa ujung lamou senter itu berada pas beberapa meter di depan saya padahal tadi dilihat gak ada pepohonan atau pun apa yang menghalangi ujung dari lampu tersebut..pas saya lihat..ternyata ada sosok tinggi besar sedang mengawasi dan melihat ke arah saya..saya langsung nunduk..dan teriak " rana".."rana "..."rana"...dan mengarahkan senter ke atas dan berharap ada pendaki lain yang juga memberi sinyal ke atas..dari kejauhan terlihat ada cahaya senter tersorot ke atas..dan rana menjawab panggilan saya..karna memang pada saat itu saya terus memanggil nama dia..dia menjawab"oyy..disini"..memang sudah terlihat dia dari kejauhan. Selang beberapa lama saya berhasil melewati hutan tersebut..dan sampailah di hutan mati dan tidak jauh sudah terlihat ada sabana atau lahan yang luas...disitu saya masih mengalami gangguan..sudah terlihat dari kejauhan rana dan rombongan sudah lumayan jauh lagi di depan dan hampir sampai pos 3...namun saya melihat di belakang mereka yang lumayan tidak agak jauh saya melihat ada seseorang memakai jaket dan membawa peralatan mendaki juga..namun yang bikin aneh dia gak bawa senter dan terus nunduk jalan menuju arah pos 3 tersebut..dan emang disana jalannya agak landai dan banyak gundukan gundukan tanah yang lumayan menguras buat tenaga..mungkin karena memang saya sudah merasa kelelahan jadi merasa sangat pegal di kaki saya..selang beberpa lama sudah terlihat banyak tenda yang sudah terpasang dan rana menunggu saya tepat sebelum ke tempat yang banyak tenda tersebut.dan saya bertanya "ran barusan ada yang lewat gak sebelum saya?"dia jawab "gak ada",,saya "yakin gak ada?,jelas jelas tadi ada satu orang di belakang kamu tapi dia gak bawa senter dan perlengkapan nya juga lengkap",dia bersikukuh menjawab"gak ada..cuma kamu doang di belakang yang daritadi berjalan sendiri",disitu saya agak bengong lagi..lalu rana bilang "udah jangan berpikir macam macam,inget sama yang satu". Dan ternyata memang setelah sabana itu kita sudah sampai di puncak 3..karna memang jalur itu ada 3 puncak yaitu ada puncak 3,4 dan 5. Juga banyak pendaki yang mendirikan tenda disana..tidak tunggu lama lagi saya dan rekan saya memilih tempat yang pas untuk buat tenda..tidak terlalu depan atau pun belakang..cuma nyari tempat yang agak kosong dan tidak terlalu berdekatan dengan tenda yang lain supaya agak tenang dan hening..udara di puncak saat itu sangat dingin hingga rasa nya menusuk ke tulang..selesai bangun tenda kita langsung masuk dan ngopi di dalam..saya tidak bercerita kala itu..cuma cerita biasa aja sambil ngopi..dan waktu itu kira kira saya nyampe ke puncak 3 itu sekitar jam 11 lebih..dan selesai ngopi dan berbincang kita langsung tidur... Tidak ada gangguan lagi saat itu..saya dan rekan saya tidur lelap mungkin karena sudah kecapean..sekitar pukul set 5 saya terbangun..karna berniat ingin buang air kecil..saya langsung menuju ke belakang tenda dan agak jauh dari yang lain dekat hutan mati..disitu saya permisi dulu untuk buang air kecil..namun pada saat itu terdengar ada suara yang mengeram..semacam suara harimau..namun saya tidak hiraukan dan bergegas menuju ke tenda kembali.. Saat itu puncak sangat ramai seakan kita sedang berada di pasar..sebelum berfoto kita seduh kopi dan merokok terlebih dahulu..habis itu langsung berfoto foto untuk kenangan..setelah cukup berfoto kita langsung menyiapkan makan memasak mie dan langsung menyeduh kopi lagi karna memang udara sangat dingin waktu itu. Sekitar jam 9 pagi kita memutuskan untuk packing dan turun karna mengingat malam nanti saya harus kembali bekerja di shift 3 atau malam...sedangkan rekan saya libur kala itu...namun yang bikin saya bingung lagi...jalur turun yang kita lalui itu ternyata cuma ada jalur pas dilewati saat siang hari..gak ada jalan bercabang ataupun jalan yang terbagi 2 seperti yang telah dilewati semalam...dan yang saat saya jalan berdampingan semalam pun,yang semalam kita berdua melewati jalan yang memang agak berbeda..jadi saat itu ada jalan yang satu berada di bawah dan satunya lagi di atas tapi masih kelihatam jalannya satu sama lain..dan yang saya pijak semalam itu..itu bukan jalur..namun jalan aliran air yang saya lihat itu tidak bisa dilewati karna pinggirannya emang terlihat curam..dan pada saat itu saya merasakan carier yang tadinya pas naik muncak terasa sangat berat seakan akan sangat ringan dan terasa tidak membawa beban apa apa..namun saya belum banyak bercerita kala itu..karna mengingat masih berada di gunung itu. Tidak selang lama kita sampai lagi ke pos simaksi yang awal nya kita registrasi di pos itu..petugas memeriksa sampah dari para pendaki dan juga banyak pendaki yang turun kala itu.. Kita istrhay dulu di pos simaksi beberapa saat..biasa sambil ngopi dan ngerokok lagi.. Pas jam 12 siang kita memutuskan buat turun lagi dari pos cikahuripan terssbut menuju parkiran dimana motor diparkir san di titipkan..lalu pulang ke rumah rana terlebih dahulu. Pas sudah sampai saya tidak langsung bercerita..karna memang saat itu saya ketiduran di rumah rekan saya mungkin karna kecapean..pukul 6 sore saya memutuskan untuk pulang ke kostan..karna hari sudah mulai gelap dan kami pun berpisah.. Beberapa hari setelah itu .baru saya bercerita dan betapa terkejutnya dia waktu itu atas apa yang saya alami...yang menjadi permasalahan saat itu adalah memang saya tidak ijin terlebih dahulu ke orang tua karna faktor jarak dan pada saat itu tidak mempunyai paket data sebelum pergi muncak,dan juga pikiran saya yang sedang kacau kala itu yang mengakibatkan kurang nya konsentrasi dan membuat pikiran saya kosong. Namun alhamdulillah saat itu saya bisa mencapi puncak dan kembali lagi..karna dalam hati malam itu terus berdoa dan saya bergumam dalam hati "saya cuma ingin ke puncak,habis itu balik lagi"begitu terus selama perjalanan.Tamat. Sekedar pesan : "Kalo kalian ingin pergi ke gunung,mau gunung manapun itu sama saja...yang terpenting adalah bagaimana niat dan tujuan kita saat akan mendaki..dan jangan lupa pula meminta doa restu dari orang tua saat ingin pergi kemana jua...dan saya berpesan,kalo ingin pergi ke gunung saya menyarankan janganlah ketika keadaan pikiran kalian sedang hancur..karna memang ke puncak itu perlu tekad dan pikiran yang bulat,jangan samoai membawa beban saat pergi ke gunung..kalo bisa dikesampingkan dulu dan fokus saja mendaki",terima kasih. Terima kasih atas perhatian dan bersedia membaca cerita saya. Dan saya berharap,semoga cerita ini bisa dimuat di youtube nya bang prasodjo muhammad,dan bisa menjadi ilmu atau pelajaran bagi para pendaki yang lain. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. #salamlestari

Sabtu, 24 Oktober 2020

Kisah Nyata Misteri Teror sewaktu di kontrakan

Assalamualaikum,saya ingin menceritakan pengalaman serem saya waktu di kontrakan hingga lanjut ke kos an Cerita nya begini Thun 2004 akhir saya menikah dengan orang Pati (kerjaan dia di proyek sebagai mandor) pada waktu itu kami memutuskan ngontrak dan suami pulang nya seminggu di Bekasi,oh iya saya sendiri tinggal di Purwakarta(asli Purwakarta) dan suami tinggal di Bekasi (dia juga ngontrak di sana) Awalnya sih di kontrakan pertama tidak terjadi hal2 yg aneh,cuma satu aja ke anehan yg terjadi,setiap suami pulang aku gak pernah mendengar panggilan dia di luar kontrakan pdhl dia manggil berkali-kali,singkat cerita kami pindah ke kontrakan yg satunya lagi,di kontrakan yg lama kami cuma 6 bln, dan ke anehan di kontrakan yg baru pun di mulai setelah saya tinggal satu bulan di sana. Awalnya saya menempati petakan paling ujung dan ukuran nya agak sempit,hingga akhirnya ada penghuni kontrakan yg satu nya pindah karena dia di pindah tugaskan,sebenarnya saya nyaman tinggal di sana,karena kbtln saya krywn di suatu pabrik textile yg mana kerja nya di shift jadi saya sering menghabiskan wktu buat istrht,kbnykn penghuni kontrakan laki2 semu,cewe nya cuma saya sama teteh yg punya kontrakan,awalnya sih saya cuma mimpi kalo di kontrakan saya tuh tempatnya serem trus bnyak di tumbuhi ilalang dan persis di kamar kntrkan itu bekas kuburan,saya abaikan saja karena saya pikir cuma mimpi,sering saya mimpi seperti itu,tapi tetep saya gak percaya sama mimpi itu,hingga suatu saat temen kerja saya bawa pacarnya maen ke tempat saya,dan dia pamit ikut numpang ke kmr mandi,rupanya dia sedikit bisa merasakan khdiran mahluk lain dan dia bilang "di kamar mandi kamu ada penunggu nya tinggi gede" sontak aja aku takut dan bilang ke dia "jngan nakut2in aku lah,soalnya aku cuma sendirian di kntrkan". Aku tipe org yg suka tidur cuma pake celana pendek dan cuma pake kaos dalam saja tanpa bra,Karen sering sesek napas kalo pake bra,hingga suatu malam aku tiba2 merasa kedinginan,aku pun merapatkan tanganku ke dada sambil meringkuk karena merasa dingin,dan di situ aku kaget,,ko kaos dalam ku gak ada (udh lepas) trus aku cari2 kaos dalam ku dan aku pakai lagi,tapi dlm hati aku mikir,kenapa bisa lepas ya,ah tapi aku tepis pertnyaan aneh itu,aku cuma bilang ke diri aku sendiri kalo itu mungkin karena aku gak sadar melepas nya. Kejadian kaos dalam lepas sendiri itu bukan hanya sekali tapi lebih dari 5x di kntrkan itu, hingga suatu malam seperti biasa aku mulai tidur jam 10 malam,baru aja aku memejamkan mata,,tiba2 di ujung kaki aku kaya ada yg berdiri sosok laki2 tinggi gede ngajak melaku kan hubungan intim,posisi dia langsung menindih badan aku,tapi aku lngsung bangun dan ngucap istigfar,tapi kejadian itu kaya dalam mimpi dan aku merasa takut,hingga akhirnya aku sering ngajak temen aku yg tinggal nya di asrama buat nemenin aku tidur di kontrakan,di situ aku merasa sedikit tenang karena ada temen nya,kejadian aneh itu kadang muncul terus,seperti saat aku lagi nonton tv tiba2 dari belakang aku kaya ada cowo yg lewat masuk ke kamar,sering banget kejadian itu,hingga akhirnya aku bilang sama si tth yg punya kntrkan,dan suami nya bilang,emang iya di kamar aku itu ada penunggunya katanya jin,tapi dia cuma numpang sholat doang,tapi aku gak percaya soalnya dia ganggu aku terus,pernah suatu malam saya seperi biasa ngajak temen saya nginep di kntrkan,karena kntlan malam itu saya baru pulang kerja shif siang,nyampe kontrakan udh sepi soalnya wktu itu jam setengah 11 malam,aku jalan menuju kntrkan aku dan tiba2 di bawah pohon nangka aku dan temen aku seperti melihat dua sosok pocong berdiri di bawah pohon nangka,sontak aja kami berteriak dan lari menuju kontrakan,sambil cepet2 buka pintu dan mengunci nya lagi,ke esokan harinya ttngga kntrakan aku nanya "teh tadi malam ada apa ko teteh teriak2" ya aku jwb tntng kjdian se malam,dan ternyata si mas yg ngontrak juga mengalami kejadian yg serupa "aku juga pernah mengalami kejadian yg aneh teh di kntrakan paling pojok (kbtlan dia pernah tinggal juga di kntrkan bekas aku yg paling ujung) tapi aku di ganggu nya sama cewe cantiiik banget,dia ngajak tidur bareng sama aku teh,tapi sama aku di tolak" Akhirnya aku kuat2 tin tinggal di sana,soalnya males pindah2 lagi Hingga suatu malam aku mengalami kejadian aneh lagi,aku pulang shift siang dan seperti biasa aku ke kamar mandi buat bersih2 trus gelar kasur depan tv,aku paling suka nonton film makan2 soalnya rame,tapi entah mengapa malam itu terasa beda,aku malam itu gelisah,susah tidur,posisi tidur udh pindah2,kasur udh aku bawa keluar masuk ke kamar dan ke depan tv,hingga akhirnya aku putuskan buat tidur depan tv tapi posis kepala ke arah selatan,pada saat bersamaan aku merasa kaya ada yg menindih aku terus di luar kontrakan kaya ada bunyi langkah org nginjak daun kering,aku mau teriak gak bisa,aku baca ayat kursi dan surat2 pendek lain nya yg aku bisa,tapi sosok yg kaya menindih aku itu tetep aja kaya gak jauh dari aku,kaya pengen myekik aku,di situ aku nangis,mau teriak takut ganggu tetangga yg lagi tidur,sesekali aku ngelihat jam tapi kayanya waktu malam terasa panjang,hingga akhirnya terdengar di mesjid suara org mengaji tandanya udh jam 4 lagi dan aku merasa senang,selapas sholat subuh aku pergi ke luar buat beli sarpan dan mata ku sembab kaya habis nangis pdhl aslinya karena gak bisa tidur. Hingga saya putuskan untuk pergi ke org pinter,aku di kasih air di campur garam,trus di suruh di cipratin ke seluruh ruangan ktnya,karena emang di situh ada penunggunya,temenku yg tinggal di sekitar kontrakan juga pernah ngomong,ko kamu berani ngontrak di situh,tau gak dulu itu tempat nya serem banget,hingga akhirnya Thun 2007 saya bercerai dengan suami saya dan saya putuskan buas nge kos,suasana tempat kos ku lmyan nyaman,ibu kos nya baik banget,wktu nge kos aku sekamar sama org Indramayu dan dia seorang perawat,tadinya sih aku pikir kejadian di kntrkan gak bakalan terulang lagi,tapi saya salah. Suatu malam pada tahun 2008 saya sama temen saya sudah tertidur lelap,karena sangat gerah akhirnya saya tidur pake celana pendek dan kaos dalam aja (tanpa bra) tiba2 temen saya terbangun dan menyalakan lampu,saya merasa silau dan sekaligus merasa aneh,ko perasaan ada yg beda dengan tubuh saya dan di situ saya sadar,saya sudah tidak pake kaos dalam lagi,dan saha teriak ke temen saya buat matiin lampu,dia pun nurut sampai saya selesai pake kaos dalam lagi,trus saha nyuruh temen saya nyalain lampu lagi,di situ saya mikir,ko kenapa ya masih di ikutin terus dan dalam hati saya memohon sama Allah SWT suapaya dapat perlindungan nya,dan sampai sekarang saya tidak pernah mengalami hal aneh lagi. Nb: kntakan saya yg dulu sbnrnya bekas pengajian dan di depan nya itu ada sebuah rumah kuno,dan rumah itu udh hancur,saya setiap berangkat sekolah melewatinya,hingga akhirnya tempat itu di sulap jadi kontrakan dan rumah jelek itu di jadiin kos2 an. Terima kasih bang Jo,mdh2an bang Jo berkenan mebacakan cerita saya ini,dan semoga bang Jo makin sukses. Masih ada cerita yg lain nya. Wassalamu'alaikum

Kamis, 22 Oktober 2020

Kisah Nyata Misteri di Gunung Ciremai

Assalamualaikum Perkenalkan, nama gw Cellla dan asal gw dr Cirebon, gw mau cerita pendakian wkt ke gunung Ciremai. Ini ceritanya... Asal mula cerita disaat gw baru lulus kuliah pd bulan September tahun 2011 dan setelah kelulusan gw sama temen gw punya rencana buat naik gunung, wkt itu temen gw kebetulan udah berpengalaman naik gunung Ciremai pd wkt msih sma pacarnya, nah pas janjian sm temen gw buat ketemuan di tempat basecamp tepatnya lewat jalur Palutungan kebetulan di rumah ada sdra gw yang mau ikut naik gunung breng sm gw dan dia bawa temennya, sdra sy itu namanya Hendri dan temennya si Hendri ada 3 yg mau ikut yg namanya si Ucok, nasdi, dan jejen. Sesudah kita kemas barang dari rumah kebetulan gw sm sdra dan ketiga temen Hendri brgkat dr rumah menuju ke tempat basecamp si Hendri pas mau ambil kunci mobil di dalam rmh sy dan kebetulan org tua sy lg keluar kota sesaat stelah sy lulus kuliah, tiba-tiba si hendri melihat sesosok wanita pakai baju putih dan mukanya ketutup rambut sambil memegang kunci mobil sontak si Hendri itu kaget tp dgn terpaksa si hendri mengambil kunci itu dr tangan wanita yg ada di dalam rmh sy itu dan wanita itu bilang "KALIAN ITU HARUS MATI" mendengar wanita itu bilang sprt itu si Hendri lgsg lari dan menuju mobil trs jalan. Setelah sesampainya di basecamp gw lgsg mencari temen gw yg td wkt janjian namanya si FITRI dan ternyata si FITRI sudah duluan mendaftar ke simaksi dgn jumlah org yg mau naik, padahal gw blm bilang ke dia klu ada sdra dan tmn dr sdra gw yg mau ikut gabung dan gw pun nanya ke dia, Gw : fit, loe daftar ke simaksi brp org? Fitri : 6 org Gw : kan gw janjian sm loe doang tp loe daftar 6 org? Dalam benak hati gw blm janjian sm Fitri klu bwa sdra dan temn sdra. Fitri : udah pasti km bwa sdra kn secara kamu pengen naik gunung tp wkt pas yg pertama naik km loe bwa Hendri sdra loe dan gw sm pacar gw jd gw daftarnya skalian aja buat 6 org. Yg satu buat jaga barangkali ada org yang mau gabung sm kita. Gw : ya udh Wkt itu berangkat dr basecamp ke pos 1 jam 8 mlm nasdi di depan fitri di belakang nasdi dan gw di belakang Fitri posisi cwe di tengah dan disusul jejen dan Hendri sebagai sweeper, bru jalan 1 jam tiba" nasdi merasa pundaknya berat dan minta berhenti di salah satu pohon besar dan kata Fitri jangan berhenti disitu, sbenarnya nasdi udh pernah naik wkt msih sekolah SMA dan kebtulan mreka pecinta alam breng sm jejen dan Hendri sdra gw, bru beberapa langkah pada saat nasdi minta brenti tiba" jatoh dan tepat dia jatoh kakinya keseleo, kta pun berhenti sejenak buat ngobatin kaki si nasdi, skitar 10 menit kemudian kta lanjut jalan dan pada saat mau jalan gw sprt di perlihatkan matanya spy bs melihat mahluk kasat mata dan benar saja penyebab nasdi smpe jatoh itu ada sesosok nenek" yg sedang duduk di pundak nasdi, dalam hati sy trs baca doa sebisanya spy tidak mengganggu sy. Setibanya tiba di pos 1 skitar jam 10 malam kita memutuskan untuk istirahat sejenak dan kta pun istirahat skitar 15 menit. Stelah semua selesai kta lanjutin perjalanan, sebenarnya nenek yg gw liat di pundak nasdi smpe ke pos 1 msih ada dan sesampainya di pos 2 nenek itu udah ilang tp dgn hilangnya nenek itu muka nasdi lgsg pucet sprt tidak ada darahnya sama sekali, alhasil ktapun ngecamp di post 2 sebari nunggu pulih kondisi nasdi itu, di saat yg sama nampak dr sela sela pohon terdengar suara nenek tua yang memanggil manggil temen gw Fitri "Fitri kamu ikut sm nenek ya" sontak kita pun mencari sumber suara itu ada dimana, senter yang kita bwa semua mengarahkan ke segala arah tapi stelah di ceck tidak ada, di saat kita mau lanjutin perjalanan dan kondisi nasdi agak membaik baru beberapa meter dari pos 2 kita di kagetkan dengan jatohnya sebuah bungkusan nampak seperti bantal guling yg berwarna putih tepat di depan jejen yang di mna wkt berangkat stelah istirahat dr pos 2 jejen yg jd leader, setelah di lihat ternyata yang jatoh dr atas pohon itu adalah pocong yg sengaja menjaili kita sontak kta pun lanjutin perjalanan sembari lari dan dr depan smpe belakang melangkahi si pocong yg jatuh itu. Sesampainya di pos 3 yaitu pos Pangguyangan badak sekitar jam 00:13 kita dirikan tenda sambil makan di pos 3 dan kebetulan Fitri wkt itu bilang sm gw perutnya mules mau buang air besar, secara jam 12 mlm minta di temenin buat buang air besar dan di tengah hutan pula, jd kta putusin buat nurutin kemauan Fitri sebari di temenin sm jejen dan Ucok. Gw, Hendri dan nasdi tinggal di tenda, Krn badan ngerasa capek gw tidur sendiri di tenda khusus cwe dan tenda itu gw tidur sm Fitri, setelah fitri balik dr buang air besar dia lgsg tidur di samping gw yg sudah tidur, bru 1 jam tidur gw kebangun dan gw merasa di luar tenda ada suara nenek yang sedang ngobrol dengan seseorang, pas gw liat ternyata sedang ngobrol sm nasdi. Nenek : nak, temen kamu semua harus tanggung jawab. Nasdi : tanggung jawab apa nek? Nenek : mereka sudah bikin penghuni gunung ini marah karena ulah temen kalian. Nasdi : marah kenapa nek? Nenek : salah satu temen kalian ada yang lagi haid dan darah dari haid itu sudah mengotori tempat tinggal kami. Nasdi : maksud nenek softex nya udah mrembes dan darahnya berserakan gitu nek? Nenek : iya. Kalian semua harus ikut ke alam nenek buat jadi budak di alam nenek sebagai pertanggung jawaban kalian atas ulah kalian. Setelah perbincangan itu sontak gw langsung tidur dan mengambil selimut dan tutupin ke muka, akan tetapi nasdi seperti sudah di masuki roh nenek itu dan lgsg masuk ke tenda kami dan menyeret fitri yang lg pulas tidur tp aneh nya tenda cowo yang berdekatan sm gw tidak mendengar teriakan Fitri yg minta tolong, sy sudah berusaha sekuat tenaga buat nglepasin dr tangan nasdi, Fitri di bwa ke salah satu pohon besar yang tidak jauh dr pos 3 dan di lemparkan ke atas kyk seperti lemparin barang yang tidak berat. Nah gw yg melihat itu lgsg bangunin sdra gw Hendri dan jejen buat nolongin gw karna nasdi mau incar gw. Dan mreka pun bangun, setelah bangun hendri, dan jejen menyuruh gw untuk segera kabur menuju pos Arban yaitu pos 4 gw bertiga pun naik ke pos 4 di tengah perjalanan gw inget Ucok, dan nanya ke Hendri sdra gw. Gw : hen, si Ucok temen km gmn? Kan di tinggal di pos 3. Hendri : gk tau mba, yg penting kta selamat dlu. Gw : kasian Ucok, di tinggal sendirian di sana. Jejen : mba gmn klu kta lanjutin perjalanan aja dan semoga aja di pos 4 ada pendaki lain disana. Gw : benar ide kamu, kta lanjutin perjalanan. Di tengah perjalanan menuju pos 4, kita di hadang sama sesosok maghluk besar bertaring tinggi dan mukanya ancur dan lidahnya menjulur kebawah, dan kta pun berhenti sejenak karna hadangan mahluk itu, Hendri pun memberanikan diri buat nanya ap maksud dan tujuan mahluk itu menghadang kami. Hendri : hai mahluk ciptaan Allah, apa maksud dan tujuanmu manghadang kami. Mahluk itu : saya di tugaskan oleh nenek supaya kalian tidak bisa keluar dari tempat ini. Hendri : apa salah kami? Mahluk itu : kalian harus bertanggung jawab atas apa yang kalian lakukan di tempat kami, kalian mengotori tempat tinggal kami, dan kalian harus mati. Mendengar kata kata dari mahluk itu kami pun lari melewati mahluk itu lewat sela kaki dan mahluk itupun mengejar kami, sambil lari gw pun mnyuruh Hendri dan jejen supaya berdoa sebisa mungkin supaya mahluk itu tidak mengejar kami. Dan benar saja mahluk itu menghilang, di depan kabut sudah mulai berdatangan dengan adanya kabut kita pun susah buat melihat jalur menuju pos 4, di dalam perjalanan di samping pohon besar berdiri sesosok kuntilanak merah dan masih banyak lagi mahluk yg bermunculan sepanjang jalur menuju pos 4, seolah olah mereka mau menyerang kita yang bikin gw takut setengah mati tatapan dari mahluk itu mata dari para mahluk itu seperti mau jatoh dan banyak darah di muka mereka, dan benar saja setelah melewati para mahluk itu di depan ada mahluk yang super besar dengan memakai mahkota bukan cmn 1 ayo 2 mahluk tapi ada banyak, dalam benak hati mungkin yg pakai mahkota itu layak sprt siluman, ada siluman ular, ada siluman babi hutan, ada siluman tengkorak, ada siluman harimau hitam, dan msih banyak lagi mreka seperti menurut apa yang seseorang mahluk memerintahkannya dan di ujung para mahluk tadi seseorang yg berambut putih pakai baju layak seperti putri dari kerajaan tp sudah tua, dan setelah di dekati benar saja yang duduk di atas sebuah kursi yang terbuat dari emas. Dan benar saja nenek td yg dr awal gw liat, nenek itu bilang ke kita Nenek : selamat datang manusia. Nenek : kami disni sebenarnya ingin kalian itu mati, tapi lihat temen kalian yang bertiga yang sudah kami jadikan tumbal karna perbuatan kalian manusia kotor, jadi kami memperingatkan kalian buat jadi pelajaran. Kalian bertiga tidak kami jadikan tumbal karna di dalam darah kalian mengalir darah keturunan kanjeng sunan gunung jati, dan mahluk disini sangat menghormati beliau dan saya sebagai anak murid dari bangsa jin sudah di ajak beliau untuk memeluk agama yang di sebarkan oleh beliau di tanah Pasundan, dan ada anak buahnya kanjeng sunan yang bernama pangeran Pagertoya yang melestarikan alam dan mengajarkan kami dari dulu sampai sekarang yg mengajarkan bangsa jin buat memperdalam agama beliau. Dan yang bikin temen kalian mati adalah bangsa jin yang ada di bawah lereng gunung ini, mereka yang tidak menerima kehadiran kalian disni karna ulah kalian. Nenek : pesan nenek, jika kalian mau naik gunung ini, sebaiknya kalian ziarah ke makam kanjeng sunan terlebih dahulu dan di lanjutkan ziarah ke makam pangeran Pagertoya supaya bangsa kami bisa membantu. Hendri : baik nek, akan kami lakukan apa yang jadi saran nenek kepada kami. Kami minta maaf nek kalau kami punya salah. Untuk itu kami pulang pamit nek. Nenek : silahkan pulang Hendri : Assalamualaikum Nenek : wa'alikumsalam Stelah kejadian itu kami pun putar balik dan memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke puncak, dan sesampainya di rumah kami bertiga pun untuk berkunjung buat ziarah ke makam leluhur kami dan ke sebuah daerah di Pagertoya. Itulah kejadian yang menimpa kami selama mendaki di gunung Ciremai. Pesan dari saya sebelum mendaki alangkah baiknya ziarah dulu ke makam para leluhur yang apa di ucapkan nenek penunggu gunung Ciremai supaya tidak terjadi apa apa. Dan mintala perlindungan kepada Allah SWT yang mempunyai segala sesuatu berikut isinya karna tempat kita buat berlindung hanya kepada Allah SWT.

Selasa, 20 Oktober 2020

Kisah Nyata Misteri Pengalaman Horror ku

Assalamualaikum bang jo,kenalin namaku bella aku berasal dari malang jawa timur.Aku berumur 16 tahun. Disini aku tidak bercerita tentang pendakian,karena aku belum pernah sama sekali mendaki. Aku disini akan bercerita tentang hal-hal gaib yang sering terjadi kepadaku. Oke aku akan mulai ceritanya,pada bulan februari tepatnya tanggal 13 hari kamis lalu pukul 18.00 aku berniat untuk pergi kerumah nenekku yang rumahnya tidak jauh dari rumahku,saat itu aku melaksanakan sholat magrib terlebih dahulu setelah itu aku putuskan untuk segera kerumah nenek,karena beliau hanya dirumah sendirian. Saat itu aku pergi kerumah nenekku sendirian,karena juga rumahnya hanya sekitar 10 menit jika berjalan kaki,jalan menuju rumah nenekku berupa hutan bambu yang sangat lebat,jalannya berbatu,dan saat itu hanya penerangan lampu yang ada dijalan saja.Saat aku mulai melewati bambu-bambu itu angin bertiup kencang seakan bambu-bambu itu ingin roboh,aku yang saat itu sendirian nyaliku menciut aku sangat ingin pulang lagi kerumahku tapi sudah ditengah jalan aku memberanikan diriku untuk terus jalan dan aku wa temenku,aku suruh dia menemani ku dengan telepon dari jauh.Dan pada akhirnya aku sampai dirumah nenekku,rumah nenekku ada lantai 2 nya.Aku masuk dengan mengucapkan "Assalamualaikum nek" lalu tidak ada sautan,kukira nenek sedang berada dilantai atas karena biasanya juga begitu.Lalu aku bergegas masuk mengambil minum karena nafasku tidak beraturan.Lalu aku naik ke lantai atas ada nenekku disitu sambil duduk terdiam.Aku bertanya kepada beliau "Nek,tadi nenek gadengar ya?aku teriak-teriak?" Namun beliau tetap saja diam,aku berusaha tidak mengubris aku kira nenek kecapekan.Aku membuka hpku aku bermain mobile legends pada saat itu.Saking sibuk nya aku bermain ml aku tidak sadar kalau nenek sudah tidak ada ditempatnya. Lalu saat aku mau bermain lagi tiba-tiba terdengar suara membuka pintu,aku segera turun dan aku kaget karena nenekku baru masuk dan nenek tanya "Wes suwe a ndok?" Aku menjawab "uwes nek,sampean maeng kan ada dilantai atas" lalu nenek bilang "nenek tadi dari orang punya hajat,dan dirumah tidak ada siapa-siapa" . Sebenarnya aku kaget,namun ya sudah lah aku memilih untuk diam. Dan waktu sudah berlalu akhirnya jam 21.45 aku pergi untuk tidur,tetapi pukul 12 malam aku merasa ada yang aneh,ternyata benar aku merasakan tindihan lagi setelah sekian lama aku tidak tindihan,saat itu aku tidak bisa melihat aku hanya melihat samar-samar seorang perempuan yang duduk di sebelah kasurku. Aku tidak bisa teriak,aku tidak bisa bergerak,aku juga hampir tidak bisa bernafas. Aku berdoa pada saat itu,akhirnya setelah beberapa waktu aku akhirnya bisa bangun. Aku ingat pada saat aku tidur aku tidak berdoa,akhirnya aku pergi kedapur untuk minum. Lalu aku kembali tidur lagi,dan alhamdulilah nya aku bisa tidur nyenyak sampai pagi. Jam sudah menunjukkkan pukul setengah 4,aku pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. Lalu pada saat itu sudah hari jumat,tanggal 14 februari. Pukul 5 aku menyuruh nenekku untuk mengantarkan aku pulang,karena aku sekolah. Akhirnya aku sudah ada dirumah,saat dirumah terjadi pertengkaran kecil antara aku dengan ibu ku,akhirnya aku dengan sedikit gregetan pergi ke sekolah. Saat itu ternyata disekolah hanya gladi bersih untuk melaksanakan ujian semester. Dan pada akhirnya pulang cepat aku,jam 10.00 aku pulang kerumah. Lalu sampai rumah pukul 10.45 aku membuka pintu dan mengucapkan salam,namun tidak ada yang menyaut. Sepeda masih ada,namun rumah tetangga tertutup rapat seperti tidak ada orang. Aku masuk kerumah,aku bertemu adikku lisa aku tanya dia "Ibuk kemana?" Dia hanya diam saja. Lalu aku pergi kedapur untuk mencari ibuk ternyata ibuk ada di kamarnya ia menyisir rambutnya dan aneh nya pada saat itu ibuk memakai gaun putih dan sebenarnya sebelum itu aku tidak mengetahui kalau ibuk punya gaun putih itu. Aku bertanya kepada ibuk "Buk,aku pulang cepet soalnya tadi cuma latihan buat ngelaksanain ujian" Ibuk cuma bilang "iyo ndok" Disitu aneh sekali tidak biasanya ibuk dan adikku seperti itu. Sedangkan ayah?ayah aku tidak melihatnya. Waktu berlalu ibuk dan adik masih melakukan hal yang sama,ibuk dikamar dengan menyisir rambutnya sambil membungkuk. Adikku hanya diam memainkan boneka nya. Sampai akhirnya pukul 15.35 aku berniat untuk mandi,tanpa pikir panjang aku masuk ke kamar mandi ku setelah itu pukul 16.15 aku mengajak ibuku untuk menonton tv bersama namun ibu hanya diam saja. Rupanya adikku sudah tidak bermain boneka nya lagi,aku sekarang tidak tau dia dimana. Lalu aku menonton tv sendirian Waktu berlalu,sekarang pukul 18.00 dan akhirnya aku pergi wudhu dan sholat Saat itu hpku berdering ternyata telepon dari ibu,betapa kagetnya aku saat mengetahui itu telepon dari ibu ku,padahal kan dia ada dikamar. Aku angkat telepon itu,dan ternyata ibu ku pergi ke trenggalek untuk ke rumah mertua kakak nya karena mertua budhe ku meninggal Ternyata semua ikut Dirumah tidak ada siapa-siapa Ibu lupa memberi tahu ku Aku terdiam sejenak,aku kunci pintu kamar ku. Saat itu aku takut sekali,berkali-kali aku membaca ayat kursi Aku sangat takut saat itu,siapa yang ada dirumahku? Aku chat temenku,yang ada didesa yang sama dan akhir nya dia mau menemaniku Aku lega mendengar itu,tapi bagaimana lagi?aku harus membukakan pintu untuk dia. Iya sudah tidak papa. Selang beberapa menit,dia datang lalu aku memberanikan diri keluar dari kamar ku. Kamar ibuku berada didepan kamarku,kamar nya membuka dan ternyata tidak ada siapa-siapa. Ya sudah lah Lalu aku bukakan pintu,temanku masuk. Dan setelah itu tidak ada kejadian apa-apa lagi. Sampai pukul 20.45 ibu ku sampai di rumah Lalu aku menceritakan itu semua kepada ibu,dan ibu merasa bersalah karena tidak mengabari aku Ibu dan ayah memelukku bersyukur karena aku baik-baik saja. Sekian cerita dari aku bang jo,semoga dapat diceritakan divideo you tube abang🙏🏻 Wassalamualaikum🙏🏻🙏🏻

Sabtu, 17 Oktober 2020

Kisah Nyata Misteri Perjalanan Mengerikan

Perkenalkan saya husodo mahasiswa semester 1 di universitas yang berada di jakarta ini adalah salah satu cerita saya yang baru beberapa bulan lalu terjadi tolong untuk nama tempat dan nama nama orang yang terlibat di ganti karena alasan privasi. Jadi di bulan agustus 2020 saya bersama 4 orang teman saya ( 3 cowo “termasuk saya” dan 2 orang cewe) pergi ke luar kota yang berjarak 95 KM dari kota saya yaitu dari kota b***** L****g ke ra*** utara, l***** timur. Jadi untuk ke la**** timur itu terdapat 2 jalur yaitu jalur lintas dan jalur hutan, saya bersama teman teman saya berangkat pagi sekitar jam 8 pagi dari rumah teman saya menggunakan mobil (semacam mobil sedan), karena menggunakan mobil sedan yang terbilang pendek jadi kami memilih jalur lintas karena jika melewati jalur hutan yang banyak terdapat jalan yang rusak rusak takutnya nyangkut bagian bawahnya. Ketika berangkat yaa tidak terjadi hal hal mistis dan kami pun sampai di rumah teman saya yang di la***** timur dengan estimasi waktu sekitar 2-2,5 jam karena sempat salah jalan juga karena lupa. setelah sampai kami pun ya ngobrol ngobrol bercanda canda foto foto hingga waktu menunjukkan pukul 5 sore kami pun memutuskan untuk pulang memang pada awalnya kami berencana untuk pulang sekitar jam 4 biar ga kesorean namun yaa karena keasikan ngobrol dll kami pun mundur 1 jam, kami pun pamitan ke ibunya teman kami untuk pulang,. ketika di perjalanan pulang mendekati perbatasan antara lampung timur dan kota metro ( Tepatnya sekitar jam 6 pas mahrib) saya pun merasakan suatu hal yang tidak enak (jujur saja saya juga termasuk orang yang sedikit peka dengan pertanda buruk atau hal hal mistis) kemudian saya bilang ke teman saya yang berada di sebelah saya (co-driver) sebut saja “Wan-wan” (eh wan kok gua ngerasa ga enak ya…) wanwan terus bilang (emang lu ngerasa apaan) saya pun menjawab (yaa kek ada hal negative gitu yang bakal ada di perjalanan kita nanti) terus wanwan nanya (terus enaknya gimana do?) karena pada awalnya saya memutuskan untuk lewat jalur lintas seperti pas berangkat saya mengira ada sesuatu hal yang bakal terjadi ketika melewati jalan tersebut (Karena seperti yang di ketahui orang orang juga jalur lintas sering terjadi kecelakaan) jadi saya memutuskan untuk lewat jalur hutan aja yang ga terlalu beresiko menurut saya. Terus saya menjawan wanwan (kita pulang lewat jalur hutan aja yaa) wanwan jawab (yaudah kalo baiknya gitu) terus temen saya yang cewe bilang (loh kenapa kok jadi lewat jalur hutan? Bukannda kalo jam segini takutnya ada rampok atau apa yaaa…) terus saya jawab (gaada apa apa kok…) dan yang lain diem aja karena udah paham kalo saya bersikap aneh sedikit berarti saya merasakan ada sesuatu yang harus di hindari. Yaudah lah kita lanjut perjalanan pulang lewat jalur hutan baru memasuki jalur yang ga seberapa besar (muat untuk 2 mobil) dan ketika melewati jalan yang menurun saya kan jadi dapat meliahat hutan atau pohon pohon yang akan kami lalui lalu saya melihat kabut yang cukup lebat bahkan sampai pandangan itu hanya 1 mobil ke depan itu menurut saya cukup aneh Karena di daerah tersebut jarang sekali turun kabut apa lagi sampai tambah lebat karena daerah itu bukan gunung, kemudian kami pun semakin masuk ke dalah kabut mendekati perkampungan pertama setelah lepas dari kampong tersebut kami sudah mulai memasuki hutan dan dari yang saya liat ada seperti 2 pohon di kiri dan kana jalan yang letakknya paling dekat dengan jalan jadi seperti gerbang gitu menurut saya, kemudian setelah melewati pohon tersebut pandangan dan suasanya langsung berubah drastis menjadi mencekam dan pandangan seketika tidak terlihat jauh bahkan lampu kabut yang ada di mobil pun tidak tembus . saya hanya diam saja dan berusaha untuk fokus sambil dalam hati membaca doa doa yang di ajarkan ayah saya dan teman teman saya pun sama Karena kami sama sama tau ketika terjadi suatu hal yang aneh atau melihat “hal-hal”yang berbau mistik jangan cerita saat itu juga karena berbahaya, kebetulan ada 2 mobil di depan kami sehingga tidak terlalu mencekam saya selalu mendekadi mobil pick-up di depan saya namun karena supirnya menyetir cukup kencang saya pun memacu kendaraan saya juga cukup kencang supaya tidak terpisah. Yang saya bingung kenapa di keadaan yang seperti itu supir tersebut bias berkendara seperti itu kerena cukup berbahaya apalagi pandangan ke depan sangat tipis sekali sesekali tau ada kendaraan dari lawan arah saja karena lampu dari kendaraan tersebut, lalu di suatu kejadian pick-up tersebut tiba tiba pelan padahal di depannya tidak ada mobil ataupun kendaraan lain lagi karena sudah tersalip, jadi saya memutuskan untuk menyalipnya juga dan betapa terkejutnya saya ketika saya melihat di depan saya itu adalah pohon yang dekat dengan sungai dan tiba tiba terdapat tikungan yang cukup tajam kea rah kiri… saya pun reflek banting stir ke kiri sambil menarik rem tangan atau emergency brake, suasana pun tambah mencekam lagi ketika setelah kejadian itu saya memilih untuk mengurangi kecepatan saya dan saya pun tertinggal oleh pick-up tersebut karena cukup berbahaya mengendarai kendaraan cukup kencang di keadaan seperti itu (catatan: pada saaat kejadian itu kabut sudah lebih tebal lagi dari sebelumnya). Kemudian setelah berjalan beberapa KM pas sebelum jalanan menurun dan langsung melewati jembatan saya dan wanwan pun terkejut di awali dengan saya tiba tiba melihat benda putih cukup besar menyebrang jalan menggunakan seperti suatu ranting atau bahkan melayang Karen ga kelihatan apa yang dia injak dan kenjadian itu sangat cepat da nada jatuhan air di kaca depan bagian kanan ( di dekat saya) dan di susul tetesan air ke 2 di kaca sebelah kiri (di dekat wan wan) kami kira itu hanya air hujan dan saya pun tidak mengatakan apa apa. Kemudian kami pun sampai di perkampungan ke 2, nah perkampungan ke 2 ini sudah dekat dengan pinggir kota bandarlampung dan saya pun cukup lega di ikuti suasana yang sudah mulai normal, lalu saya meminggirkan kendaraan untuk bertukaran dengan temen saya yang laki laki, saya pindah ke sebelah kiri dan wan wan pindah ke belakang karena saya merasa cukup lelah seperti energy saya terkuras habis karena kejadian yang baru saja terjadi. Kemudian kami pun cerita cerita dan ternyata yang pandangannya di buat hamper tidak terlihat hanya saya jadi seperti di butakan oleh sesutau dan yang lain hanya melihat kabut yang tebal tapi masih samar samar terlihat, kemudian saya pun cerita tentang apa yang terjadi di dekat tikungan tajam itu dan benda putih yang saya lihat sebelum jalanan menurun itu kemudian wan wan bilang kalau dia tidak melihat apa yang saya lihat tetapi yang dia lihat ada benda putih sebesar manusia tapi pendek (gambarannya seperti saya) lari sangat kencang dari arah bawah ke atas dan ketika mendekati mobil dia seperti menanjak ke atas mobil dan larinya pun gak masuk akal sangat cepat jadi terlihat sekilas dan saya pun tertidur karena letih walaupun tidur tidur ayam. Setelah tema teman saya sudah di antar ke rumahnya dan saya tinggal berdua dengan teman saya yang menyetir dia pun bilang (do.. gua juga paham kok karena selama lepas dari perkampunga satu lu selalu nengok ke kanan kalo ga ke kiri cepet banget kek seakan akan lu melihat sesuatu) . yaudah lah karena udah sampe di rumah dia saya langsung berpamitan pulang. Ke esokan harinya saya ada les dengan guru saya di rumahnya ketika mau berangkat dan mengeluarkan mobil saya pun kaget karena banyak sekali jejak kaki dari depan sampai belakang (mobil saat itu belum saya cuci) namun yang aneh saya melihat bekas jejak kaki tersebut di bagian jari jari-nya menghadap ke depan sehingga logikanya kalau arah jarinya ke depan berarti dia kea rah turun bukannya naik seperti yang di bilang wanwan, yasudah lah saya lanjut ke rumah guru les saya ketika di sela sela pelajaran saya cerita dengan guru saya guru saya pun bilang ooo itu mahluk halus yang konon katanya sangat sakti/ hebat (guru saya juga orang yang cukup paham dengan hal hal yang seperti itu) kemudian ketika selesi dan saya akan pulang saya di antar ke depan rumah oleh guru saya sekalian mau lihat mobilnya dan dia pun bilang (do.. mahluk ini larinya kenceng banget dan bentuk kakinya menghadap ke belakang) terus guru saya nanya (tetesan air itu di mana?) yaa saya bingung dong air kok di tanyain ya pasti gaada bekasnya dong dan ketika saya periksa saya pun kaget karena bekas dari air itu berubah menjadi putih seperti ludah atau air liur yang mengering di kaca lalu guru saya pun bilang kamu tau itubukan hanya sekedar tetesan air tapi itu tetesan air liur atau ludah dia karena dia nempel di kap atas mobil dan kepala dan tangannya menempel di kaca mobil dan saya pun bersuyur masih di beri keselamatan dan tidak melihat mahluk itu ketika nempel di kaca depan. Kemudian saya pun pulang ke rumah lalu bercerita dengan orang tua saya dan mobil itu pun di cuci dengan air yang udah di doain supaya hal hal negatif yang nempel di mobil tersebut luntur atau bahasanya di netralkan, ketika menyuci air yang saya gunakan ntuk mencuci terasa panas padahal saya melihat sendiri air itu di ambil dari keran yang airnya itu dingin dan setelah selesai nyuci saya pun kaget karena mobil itu bias terlihat seperti mobil yang baru di steam Karena bersih banget padahal cuman di cuci pakai air yang di siram terus di lap doang… yasudahlah saya ga memikirkannya lebih jauh. Jujur ketika menulis ulang cerita itu sambil mengingat ingat kejadian itu menjadi merinding banget padahal nulisnya siang hari, sekian cerita dari saya.

Jumat, 09 Oktober 2020

Kisah Nyata Misteri Kamar Mandi

Assalamualaikum, nama saya Adam Ramadhan dan saya ingin membagikan pengalaman kejadian aneh di rumah saya,waktu itu saya sudah menempati di SMP kelas 3, saya tidur dikamar yang dekat dengan kamar mandi hororitu,pada hari Kamis tanggal 27 Agustus 2020  saya rutin melakukan yasinan di dekat tetangga saya dan selesai sekitaran jam 10:20 saya pun pulang ke rumah dan kondisi rumah sudah pada tidur ,setiba di kamar  saya mengganti pakaian dan tidur sebelum tidur saya ingin membuang air kecil dan cuci muka,cuci kaki,setelah keluar dari kamar mandi beberapa langka saya mendengar ada suara menyalakan closed duduk yang buat membersihkan PUP, padahal saya sudah mematikanya terlebih dahulu suara nya itu kan besar yaaa gmna dah kaya suara air dari ketinggian seperti itulah naahh saya heran padahal saya sudah mematikanya apa itu rusak yaa gatau lah Wallahu a'lam dan saya mendengar suara menggeram asal suara itu dari balik pintu kamar mandi suaranya itu gede bangat sampai saya merinding dan langsung lari menuju ke kamar saya nahh saya kan orangnya itu hawa penasarannya besar dan saya penasaran ingin tau itu suara apaa? posisi saya udah di depan pintu kamar saya dan saya membalikkan badan lagi menuju ke kamar mandi itu baru beberapa langkah saya mendengar suara gayung(buat mandi) jatoh ke lantai dan saya ingat bahwa saya sudah naro gayung nya ke air penasaran saya makin tinggi dan saya panik bukan mainn.posisi saya sudah di depan pintu kamar mandi itu sebelum saya masuk dan mengecek suara apa itu saya membaca doa terlebih dahulu passs saya buka pintunya kaget bukan maenn saya melihat sosok hitam gede terbang di atas bak mandi Dengan berambut panjang sosok itu membelakangi saya dan saya pun jatoh pingsan, saya mengalami ini sudah 3 hari,,pas saya buka mata ,kepala saya pusing dan berat  dan saya sudah ada di kmar saya dengan ibu,ayah serta kakak ibu pun berkata

Ibuuu:adamm kamu kenapaaa?
Saya: engga kenapa"Bu sambil menahan rasa sakit 
Ibu:nihh minum dulu teh anget
Kamu kenapa sampai bisa"tidur di depan kamar mandi
Saya:Buu Adam lihat sosok Hitam gede  dan berambut panjang
Ibu:ohhh si mahluk itu
Saya:ibu sudah tau?
Ibu:ibu sudah 3 hari berturut turut melihatt diaa dan kata nenek kamu itu memang sosok penghuni kamar mandi itu
Saya:ibu Adam minta tolong ya buat usir dia 
Ibu:iyaa nakk ibu sudah merancakan itu dan itu pun besok
Saya: Alhamdulillah atuh
Ibu:yaudah kamu istirahat dulu yaa
Saya:baikk Bu
Keesokan harinya pukul 10:15
Kamar mandi itu pun di bersihkan sama pa ustad yang dekat dengan rumah saya
Dan akhirnya pun sosok itu benar"menghilang yaa memang sudah begitu,, kamar mandi memang sudah tempatnya makhluk halus bersarang
Malam hari pun tiba dan saya ingin ke kamar mandi itu dan Alhamdulillah sosok itu pun tidak menampakkan diri nya.
Tamat
Terimakasih yaa kaa semoga cerita ini bisa di upload ke Chanel nya Kaka

Rabu, 07 Oktober 2020

Kisah Nyata Misteri Gunung Cikuray

 Assallamuallaikum 


Nama saya wildan (uwill)
Umur 18 tahun
Tinggal di kota bandung
Saya mau menceritakan kisah mistis saya sewaktu mendaki ke gunung cikuray via (kiara jangot)

Jadi kisah awal mulla saya mendaki ke gunung cikuray , karna saya pernah mengalami kegagalan naik gunung cikuray dan di waktu itu saya mendaki gunung cikuray seorang diri tetapi mengalami keaneahan yang sangat aneh menurut saya. Awal mula nya saya dari rumah berangkat ke garut gunung cikuray sekitar jam 7 pagi jadi packing nya malem jam 8 selepas packing saya tidur , dan bangun jam 4 subuh , di jam 4 subuh sholat subuh dulu selepas sholat subuh mengecek lagi packing nya , dan santai santai dulu ngopi dan waktu udah jam 7 , lalu saya berangkat dari rumah ke basecame gunung cikuray dari rumah sampe ke basecame sekitar 1 setengah jam dan tiba lah saya di base came jam setengah 9 dari jam setengah 9 saya masih santai di basecame dan 9 nya saya mengurus simaksi untuk melakukan pendakian.

Dari jam 9 saya udah start mendaki , di perjalanan masih aman aman saja sampai tiba lah saya di pos 1 masih gak ada apa apa lalu saya istirahat dulu bentar cuman minum setelah itu lanjut lagi perjalanan jadi di base came sampe ke pos 1 itu hampir memakan waktu sekitar 1 jam lebih dan di lanjut lah perjalanan ke pos 2 , skip cerita saya tiba lah di pos 2 dan saya istirahat dulu ngeroko sebatang dan bikin kopi masih aman aman aja tapi ketika saya udah beres ngeroko sama ngopi baru juga mau di lanjut perjalanan di pos 2 ke pos 3 , ada 2 pendaki yang turun berpakaian jas hujan dan kondisi nya basah kedua pendaki itu , lalu saya menyapa kedua pendaki tersebut , (turun kang) dan di jawab oleh salah satu pendakit tersebut , (iya kang) di jawab lagi oleh saya ( berdua aja kang , ngomong ngomong kondisi di atas gimna kang) di jawab lagi (iyah kang berdua aja , kondisi di atas gak memungkinkan saya juga baru sampe pos 4 langsung turun lagi , saran saya mending akang turun aja bareng kami) jawab lagi saya (emang gimna kondisi di atas , tapi di pos 1 sama pos 2 aman aman aja cuaca juga mendukung bagus) di jawab lagi oleh mereka (cuaca di pos 4 hujan deras banget di sertai angin yang begitu kencang , tapi pas saya turuk ke pos 3 di pos 3 hujan kecil ririntik , tapi yang aneh nya lagi ko di pos 2 cuaca begitu bagus gitu)dan di jawab lagi oleh saya (masa kang di pom 4 hujan tapi kan di sini cuaca bagus mendung)di jawab lagi oleh mereka (iyah kan saya juga heran knp ya ko gini , saya memutuskan untuk turun karna gak mau mengambil resiko soalnya kita cuman berdua nanjak , dan saran juga mending akang turun juga , itu sih menurut saya)dan di jawab lagi oleh saya (yaudah kang saya ikut turun bareng kalian , saya juga susah kalo emang cuaca gak bagus di atas).

Yang akhirnya saya memutuskan untuk turun bersama kedua pendaki tersebut dan itu pertama kali nya saya mendaki gagal di tahun 2017.

Skip cerita di tanggal 22 agustus 2020 saya  mencoba nanjak lagi ke gunung cikuray seorang diri dan disinilah kisah mistis extrime nya.

Seperti biasa saya melakukan packing di malam hari pukul 8 malem dan di jam 9 malem saya tidur bangun jam 4 subuh , dan sholat subuh dulu , seberes sholat subuh , sekitar jam 5 subuh saya berangkat ke garut karna saya mampir dulu ke rumah nenek saya yang jarak nya deket ke gunung cikuray , skip cerita saya sampe ke rumah nenek saya sekitar jam setengah 7 , dan santai dulu di rumah nenek , dan waktu udah menunjukan pukul 08.30 saya berangkat lah ke basecame gunung cikuray via kiara jangot , dan sampe lah sekitar jam 09,00 dan langsung lah saya mengurus simaksi nya , lalu dari jam 09,30 saya melakukan pendakian dan skip cerita di pos 1 sampe ke 4 aman aman aja gak ada apa apa tapi ketika saya melanjut perjalanan di pos 4 ke pos 5 ko gak nyampe nyampe gitu hampir udah 2 jam saya gak menemukan pos 5 dan jam udah pukul 16,00 sore , saya truss jalan gak ada istirahatnya truss jalan tapi ko gak sampe sampe gitu dan di situ saya udah mulai gak enak perasaan saya truss baa baca doa semoga aja di lindungi allah trusss gak berenti berdoa dan semoga aja ada pendaki lain yang nanjak juga , tapi ko sepi gitu gak ada satu org pun yang nanjak atau turun dan waktu udah menunjukan pukul 17,00 masih tetep aja gak menemukan pos 5 dan disitu mau magrib udah gak nemu pos 5 tetapi saya truss aja jalan , tapi ko gak nemu nemu git dan gak ada satu org pun gitu , tapi alhamdullilahnya saya baru sampe di pom 4 ke pos 5 itu sekitar saya sampe jam 17,30 ko lama gitu harusnya kan tari tadi sampe puncak , tapi ini malah baru sampe ke pos 5 dan di situ saya lega karna udah menemukan pos 5 dan saya memutuskan untuk istirahat di pos 5 dan mendirikan tenda menunggu pendaki lain yang nanjak atau turun moga aja sembari berdoa truss trusan , tapi waktu truss berjalan sampe udah masuk magrib pukul 18,10 dan di sana saya sholat magrib dulu menènangkan pikiran dengan membaca al'quran yang ada di hp kemuadian saya merungkan pikiran agar bisa tenang dengan kondisi itu yang akhirnya saya istirahat dulu meremkan mata untuk tidur sejenak dan niat nya saya cuman tidur bentara doang , tapi pas saya liat ke hp jam udah menunjukan pukul 02.00 pas gak ada kurang nya subuh dan luar tenda ko kaya ada yang colek punggung saya dan posisi tidur saya di tenda itu paling pojok , dengan positif thingking pikiran saya mungkin bambu atau batu yang akhir nya saya mengecek keluar tenda emang gak ada apa apa dan saya masuk lagi ke dalem sambil menyalakan roko , dan sambil buat kopi gak lama kemudian kaya ada yang nyolek lagi gitu , dan disitu saya udah gak mau keluar tenda lagi diem aja di dalem tenda sambil bikin kopi karna pikiran saya udah gak bener , ngelantur dan gak bisa tenang , jantung bergetar kencang , dan saya pun mencoba membaca ayat ayat al'quran menengan pikiran saya agar berpikiran positif thingking tapi di satu lain dari telinga kiri kaya ada org yang ngomong "oy" itu suara nya jelas banget di kuping dan saya mencoba untuk tenang untuk menghiraukan suara itu , tapi gak lama kemudian lagi suara itu muncul lagi dengan sangat keras dan saya berpikir positif mungkin itu pendaki lagi dan saya memaksakan diri untuk keluar tendak mengecek apa itu org apa bukan dan ternyata pas saya keluar tenda gak ada org sama sekali jantung makin sini makin kencang , dan truss berdoa , dan dari situ saya mencoba untuk tertidur lagi agar bisa bangun pagi tapi susah untuk tidur dan waktu makin sini makin truss berjalan dan menunjukan pukul 03.00 subuh di jam 03.00 subuh itu ko kaya ada org yang menginjakkan kaki nya kaya org yang lagi berjalan menghampiri tapi di situ saya gak berani keluar tenda diem aja di tenda sembari di iringi doa doa , yang akhirnya saya bisa menengkan pikiran saya dan singkat cerita tiba tiba hp saya mati dengan tiba tiba padahal saya udah tau batre hp saya itu masih 80% ko tiba tiba mati gitu gak hidup hidup padahal hp masih baru beli di konter baru satu minggu knp tiba tiba mati dan untung nya bawa jam tangan untuk liat jam dan waktu udah menunjukan pukul 04,00 dan saya memberanikan diri untuk keluar tenda dan mencari org mungkin kali aja ada org.

Singkat cerita saya keluar dari dan pas saya liat ke samping ada org berpakaian hitam pake topi koboyy dan langsung saya menghampiri org itu lalu menyapa (assallamuaikum pak)dan allhamdulliallah di jawab oleh bapak itu (waallaikum'salam , saha anjeun) di jawab lagi oleh saya ( nepangkeun nami abdi wildan , abdi nuju ngedaki gunung cikuray iyeu pak , tapi abdi di tabuh 09,30 te acan dugi dugi puncak wae pak , manawi bapak terang kedah arah kamna abi mapah) di jawab lagi oleh bapak (ohh berarti ujang linglung di gunung iyeu) di jawab lagi saya (sumuhun pak abdi cuman hyong dugi kapuncak) di jawab oleh bapak (mangga hayu ku bapak tunjukeun jalan anu bener na) dan saya jawab (hatur nuhun bapak mugi janteun berkah ka bapak na ) di jawab lagi oleh bapak (sami sami jang).

Gak lama kemudian saya packing barang barang untuk melanjut perjalanan meunuju puncak , sembari saya membereskan barang barang si bapak ngomong "(jang pami bade di lanjut ka puncak bapak masihan saran , mulihna enggal enggal ulahh lami lami di pos iyeu satiasana ujang kedah dugi ka pos 4 tabuh 3 sore ulah lami lami teuing di puncak nya jang , kedah di inget nya amanah bapa , sok ku bapak di jajapkeun dugi ka pos 6 saleresna mangga ujang lanjut , tapi inget kade nya) dan di jawab lah oleh saya (hatur nuhun bapak hatur nuhun abdi pasti inget amanah bapak).

Singkat cerita saya di antar lah oleh bapak tersebut sampe ke pos 6 dan itu sekitar jam 06.30 saya sampe ke pos 6 , tetapi pas di pos 6 si bapa itu bilang lagi (jang inget nya amanah di bapak omat ulah lami lami teuing di puncak , kedah dugi minimal tabuh 3 sore di pos 4 , soalna ujang di pos 4 atos di tutur tuturkeun) di jawab oleh saya (muhun bapak abdi pasti inget amanah di bapa , hatur nuhun tos ngajajapkeun abdi sareng atos ngawartosan abdi)dan di jawab lagi kata bapa itu (bapak bade di lajeunh mulih deui , mangga ujang lajeung perjalannan ujang dugi ka puncak kade nya jang)dan di jawab oleh saya (muhun abdi di lajeung perjalannana pak hatur nuhun pisan bapak , abdi di lajeung pamit tipayun , assalllamuallaikum).

Dan akhirnya gak lama kemudian sekitar 1 jam lebih saya berjalan saya sampe ke puncak cikuray dengan selamat dan sampe itu sekitar jam 7 pagi lebih , istirahat dulu tapi sayang nya gak bisa ngambil foto karna hp mati dengan tiba tiba  santai santai dulu ngopi bareng sambil menyapa org yang udah sampe puncak , dan keadaan di puncak itu lumayan agak rama tapu gak terlalu rame jadi sedang lah di jam 10 pagi saya bergegas turun alhamdullialh nya ada pendaki lain yang sama mau turun jadi ada temen nya untuk turun dan alhamdullilahnya lagi di perjalanan turun gak ada kendala apapun lagi dan untung nya masih keburu sampe ke pos 4 jam 15,00 kurang dan cerita nya akhir disini sampe basecame alhamdullilah gak ada kendala lagi karna ikut rombongan pendaki lagi , tetapi ketika sampe ke basecame dengan tiba tiba saya ambil hp dari kantong hp udah hidup kembali dan gak mengurang batre masih tetep 80% , tapi alhamdullilah bisa sampe puncak dan alhamdullilah bisa pulang ke base came dengan selamat , tapibada sayang nya sih gak bisa ngambil foto:(

Mungkin ini pelajaran buat pendaki solo.
Munkin cukup segini cerita nya terima kasih.
Assallamuallaikum

Ohh iya saya mau ngasih tip
1.cintailah alam maka alampun akan mencintai kita
2.jaga sopan santun ketika di gunung karna alam pun hidup
3.jangan menganggap remeh gunung , mau gunung itu kecil atau tinggi kita tetap harus bisa menjaga nya karna alam nya berbeda 

Btw -
#salam pecinta alam
#salam pendaki solo

Selasa, 06 Oktober 2020

Kisah Nyata Misteri Perjalanan di Bani (Lanjutan)

Assalamu'alaikum Bang Bang sebelumnya gua mohon maaf karena cerita yg kemaren gua kirim yg tentang perjalanannya si Bani ternyata ada lanjutannya Bang.dan maaf gua baru sempet ngirim lanjutannya sekarang. Inilah kisah kelanjutannya 7 hari berlalu setelah Kang Ahid dinyatakan hilang tiba2 Bani menerima telpon dr seseorang. "Ban,apa benar rekan saya telah hilang?" Bani:"Maaf ini siapa?" "Ini saya Pak Jaka!!" Ternyata itu adalah Pak Jaka.Bani kaget kenapa Pak Jaka bisa tahu. Pak Jaka:"Besok sepulang dr luar kota saya akan ke rumah kamu!" Bani:"Baik Pak saya tunggu." Bani bingung hrs ngomong apa ke Pak Jaka dan gimana cara ngejelasinnya. Bani gelisah karna takut Pak Jaka marah ke dia.dia pun berinisiatif utk ngumpulin temen2nya lg buat bantu dia ngejelasin ke Pak Jaka. Keesokan harinya mereka semua kembali berkumpul di rumah Bani.Bani bilang ke mereka kalau Pak Jaka sebentar lg mau dtg kesini nanya ke mereka soal kejadian Kang Ahid hilang.sontak mereka semua terkejut karna mereka takut kena marah sama Pak Jaka. Bani:"Sebentar lg Pak Jaka dtg kesini.gua bingung hrs ngomong apa ke beliau?" Mamat:"Lu aja bingung apalagi gua." Mamat nyahut Tifa:"Lebih baik kita jujur aja jelasin semua yg sebenernya ke Pak Jaka." Ditengah kegelisahan mereka tiba2 terdengar suara klakson mobil di depan rumah.terlihat ada mobil yg mau parkir disana. Bani:"Itu pasti Pak Jaka!!" Mereka semua panik.dan tiba terdengar suara seseorang yg ngetuk2 pintu sambil ngucapin salam.dgn langkah yg agak ragu Bani bukain pintu dan ternyata benar itu adalah Pak Jaka. Ekspresi muka Pak Jaka terlihat seperti mau marah.beliau lgsg masuk dan duduk. Dan bener aja dgn nada yg agak membentak Pak Jaka marah ke mereka. Pak Jaka:"Kalian tahu karna ulah kalian semua skrg Kang Ahid terjebak di gunung itu." Bani dan temen2nya cuma bisa diem nunduk.terutama Vana dia sesekali netesin air mata karna dia merasa dia yg paling bersalah atas kejadian ini. Pak Jaka:"Saya tahu kalian semua pemula tp kalian mestinya sudah tahu pantangan ketika akan naik gunung itu apa!!" Bani dan temen2nya heran sama ucapannya Pak Jaka.ko Pak Jaka bisa tahu detail kejadian itu. Bani:"Maafkan kami Pak." Bani minta maaf ke Pak Jaka atas kesalahan fatal yg udah diperbuat dia dan temen2nya.Pak Jaka hanya menghela nafas seperti sedang menahan amarahnya. Pak Jaka:"Ban besok kamu hrs antar saya ke gunung ***** lg.kita jemput Kang Ahid!" Kagetlah mereka semua denger ucapannya Pak Jaka.mereka bertanya2 emangnya Kang Ahid masih hidup? Bani:"Maaf Pak memangnya Kang masih hidup?" Tanya Bani kaget Pak Jaka:"Firasat saya mengatakan demikian." Mereka semua bersyukur karna ada kemungkinan Kang Ahid masih hidup.tp Bani terlihat bimbang disini secara dia hrs kembali ke gunung itu nemenin Pak Jaka.tp dia teringat dgn jasa Kang Ahid yg udah nyelametin dia dan temen2nya. Akhirnya setelah berpikir cukup lama Bani setuju.denger Bani yg udah siap nemenin.Pak Jaka pamit pulang dan tak lupa beliau kembali ngingetin Bani. Pak Jaka:"Besok siang saya jemput kamu!!" Bani:"Baik Pak." Dgn perasaan yg masih agak bimbang Bani kembali masuk ke rumahnya.didalam temen2nya Bani berusaha buat nyemangatin Bani. Vana:"Ban kamu hati2 ya dan maafin aku gara2 aku kamu hrs nanggung beban ini." Bani:"Gak apa2 ko lagipula kan gua yg ngajak kalian semua jd gua yg hrs tanggung jwb.dan inget kita semua udah hutang nyawa sama Kang Ahid." Arel:"Sorry bro gua gak bisa ikut.gua bantu do'a aja." Mamat:"Iya Ban.maaf gua juga gak bisa ikut soalnya gua masih trauma." Tifa:"Tenang aja Ban kita semua pasti do'ain kamu." Arel:"Iya bro.semangat gua yakin lu pasti berhasil!!" Bani:"Makasih kalian semua udah memotivasi gua." Bani yg tadinya bimbang skrg jd lebih tenang karna termotivasi sama temen2nya. Pagi harinya Bani mulai nyiapin barang yg akan dia bawa yaitu logistik tenda dan yg lainnya.setelah semuanya beres dia lgsg ke depan rumah buat nunggu Pak Jaka. Dan bener aja tak lama kemudian dtg sebuah mobil yg berhenti di depan rumahnya dan keluarlah Pak Jaka. Pak Jaka:"Kamu sudah siap?" Bani ngangguk dan lgsg masuk ke mobilnya Pak Jaka.tidak ada obrolan diperjalanan menuju ke jalur pendakian. Jam 4 sore sampailah mereka berdua di jalur pendakian gunung *****.di jalur terlihat sepi.cuma ada Polisi dan beberapa penjaga basecamp yg lg jaga disana karna sepertinya jalur sedang ditutup. Pak Jaka lgsg memarkir mobilnya dan turun.diikuti Bani. Pak Jaka lgsg nyamperin Polisi yg lg jaga buat minta izin agar bisa naik.Bani ngikutin Pak Jaka dr belakang. Polisi yg melihat Pak Jaka dan Bani yg dtg.mereka lgsg nahan Pak Jaka dan Bani. Polisi:"Maaf Pak jalur pendakian gunung ini utk sementara ditutup." Pak Jaka:"Sebelumnya saya mohon maaf Pak.tp kami berdua hrs naik Pak kami hrs jemput teman kami." Polisi:"Maaf kami tidak bisa mengizinkan kalian berdua utk naik." Pak Jaka tetep bersikeras buat naik.hingga sempat terjadi perdebatan kecil disitu. Sampe akhirnya dtg seorang Kakek yg meleraikan perdebatan mereka. Kakek:"Sudah sudah biarkan mereka berdua naik!!" Mendengar ucapan Kakek itu Polisi dan penjaga nunduk dan salim ke Kakek itu. Bani dan Pak Jaka heran sebenernya siapa Kakek itu.terlihat Kakek itu memakai ikat di kepalanya. Pak Jaka:"Kakek siapa?" Kakek:"Saya Abah Rokib." Kakek itu mengenalkan dirinya sebagai Abah Rokib ke Bani dan Pak Jaka dan beliau ternyata adalah sesepuh di kampung itu.beliau juga sangat dihormati di kampung itu. Akhirnya Pak Jaka ngejelasin tujuannya ke Abah Rokib.Abah Rokib hanya ngangguk kecil dan bilang. Abah Rokib:"Perjalanan kalian tidak akan mudah.saya akan menyuruh salah satu penjaga disini utk menemani kalian." Abah Rokib manggil salah satu penjaga basecamp yg sebut aja namanya Kang Mahmud.Kang Mahmud pun mengiyakan perintah Abah Rokib.dia lgsg siap2 buat nemenin Bani dan Pak Jaka naik. Akhirnya atas izin dr Abah Rokib Bani dan Pak Jaka diperbolehkan naik dgn ditemani oleh Kang Mahmud.sebenernya Polisi dan penjaga lain juga menawarkan diri utk nemenin tp karna Abah Rokib tahu apa yg akan mereka hadapi diperjalanan nanti.Abah Rokib cuma nyuruh Kang Mahmud buat nemenin Bani dan Pak Jaka. Abah Rokib juga sempet ngelirik Bani dan bilang. Abah Rokib:"Nak kamu akan mengalami sesuatu yg belum pernah kamu alami maka berhati hatilah dan ini utk kamu berjaga2." Ternyata Abah Rokib memberikan sebuah pisau belati kecil ke Bani.Bani yg sedikit bingung.menerima pisau itu. Abah Rokib menyarankan agar mereka naik setelah sholat maghrib.dan Abah Rokib juga nyaranin agar mereka ninggalin carrier mereka di basecamp.mereka hanya perlu membawa beberapa botol air aja.karna tujuan mereka naik gunung bukan utk ngecamp disana tp utk menyelamatkan Kang Ahid.mereka pun setuju. Singkat cerita setelah sholat maghrib berjamaah dan melakukan do'a bersama.Bani Pak Jaka dan Kang Mahmud siap2 utk naik.namun sebelum naik Abah Rokib berpesan. Abah Rokib:"Kalian semua berhati hatilah dan selalu ingat kepada Allah." Abah Rokib:"Dan kamu Mahmud bantu mereka sebisa mungkin." Pendakian pun dimulai dgn formasi Kang Mahmud sebagai leader disusul Bani dan Pak Jaka sebagai sweeper.gak ada keanehan apapun ketika jalan naik. Jam 8 malem sampailah mereka di pos 1.Bani yg udah terlihat cape minta buat istirahat sebentar.tp Kang Mahmud dan Pak Jaka malah menghiraukan dia dan minta dia utk lanjut jalan terus.akhirnya Bani yg baru duduk sebentar sambil minum kembali bangun dan lanjut jalan.formasi jd acak acakan disini Bani yg td nya ada ditengah skrg jd yg paling belakang.terlihat Kang Mahmud dan Pak Jaka juga jalannya cepet banget sampe2 Bani hrs setengah lari ngejar mereka.dan tiba2. Gedebblukkkk. "aaaaa tolooong." Bani jatuh diseret masuk kedalam semak2 entah oleh siapa.Kang Mahmud dan Pak Jaka yg denger teriakan Bani lgsg berbalik dan ngejar Bani ke semak2.Kang Mahmud dan Pak Jaka nyorotin senternya ke jejak seretan Bani td.dan setelah diikuti Kang Mahmud dan Pak Jaka lihat Bani yg lg ngegantung diatas pohon dgn posisi kakinya diatas kepalanya dibawah.tepat disampingnya itu ada sesosok makhluk hitam berbulu dgn taring dimulutnya yg berlumuran air liurnya kayak yg lg pengen makan Bani. Bani:"Tolong saya Pak!!" Bani cuma bisa nangis.makhluk itu ketawa ngelihat Bani yg lg nangis.dgn suaranya yg berat makhluk itu bilang. Makhluk:"DIA MAKANANKU." Setelah ngomong kayak gitu makhluk itu kembali ketawa sejadi jadinya.Pak Jaka yg udah emosi.pengen nyerang makhluk itu tp dia ditahan sama Kang Mahmud. Kang Mahmud:"Biar saya saja Pak." Kang Mahmud:"Cepat turunkan anak itu!!" Bentak Kang Mahmud Makhluk:"Haaahahaahahahh DIA AKAN AKU MAKAN." Kang Mahmud lgsg ngambil posisi kuda2.tangan kanannya mengepal kayak yg lg megang sesuatu.dan begitu kepalannya dibuka muncul cahaya merah yg kemudian dilemparkan ke makhluk itu tepat kena mukanya.makhluk itu mengerang kesakitan dan tubuhnya itu kayak kebakar hingga menjadi abu. Setelah makhluk itu lenyap Kang Mahmud dan Pak Jaka lgsg nurunin Bani dr atas pohon.Bani di dudukin sebentar dan dikasih minum sama Kang Mahmud. Kang Mahmud:"Kamu gak apa2?" Bani:"Saya gak apa2 Kang." Kang Mahmud dan Pak Jaka minta maaf ke Bani karna td sempet ninggalin dia.kali ini mereka lanjut jalan dgn kembali membentuk formasi seperti pas akan naik td. Mereka lanjut jalan terus dan baru aja mereka mau sampe ke pos 2 tiba2.terdengar suara gamelan disertai sinden yg lg nembang.dalam hati Bani bilang. Bani:"Astaghfirullah suara ini lg pasti sebentar lg muncul kabut." Dan bener aja seperti beriringan dgn alunan gamelan itu tiba2 kabut tebel muncul ngehampirin mereka.Kang Mahmud ngasih instruksi buat diem dan jangan bergerak. Kang Mahmud:"Ini yg saya tunggu2." Kang Mahmud:"Semuanya diam jangan ada yg bergerak." Beberapa menit kemudian kabut itupun hilang begitu juga dgn suara gamelannya.Bani coba lihat di sekelilingnya karna dia merasa tempat itu familiar baginya.dan bener aja setelah diperhatikan ternyata itu adalah tempat dimana dia dan temen2nya nyasar.dan udah tentu itu bukan alam nyata.sepertinya suara gamelan dan kabut td adalah akses utk memindahkan para pendaki ke alam lain. Pak Jaka:"Kamu kelihatan seperti gak asing dgn tempat ini Ban?" Bani:"Saya Kang Ahid dan teman2 saya waktu itu nyasar kesini Pak." Pak Jaka:"Kamu sudah tahu kan.tempat ini bukan alam manusia." Bani:"Saya tahu Pak.saya tahu dr Kang Ahid." Kang Mahmud:"Kita memang sudah tidak di alam nyata lg." Kang Mahmud mengisyaratkan buat istirahat sebentar.Bani lgsg duduk dan minum.mereka istirahat disitu dan karna mereka gak bawa makanan akhirnya mereka cuma minum air yg mereka bawa aja.Bani heran sama Kang Mahmud dan Pak Jaka karna mereka berdua terlihat begitu tenang dan gak panik padahal mereka semua udah tersesat di alam gaib.Kang Mahmud dan Pak Jaka seolah olah kayak yg udah biasa ngalamin kejadian kayak gini. Setelah dirasa cukup istirahatnya.mereka kembali lanjut jalan namun kali ini langkah kaki Kang Mahmud terihat cukup santai.baru aja beberapa menit mereka jalan..tiba2 "hihihhihihiiii" Kuntilanak terbang tepat disamping kiri mereka.jarak mereka dan kuntilanak itu deket banget cuma selisih 1 jengkal.dgn sigap Kang Mahmud lgsg jambak rambut Kuntilanak itu hingga Kuntilanak itu kesakitan. Kang Mahmud:"Dimana istana Siluman itu.katakan?" Kang Mahmud bentak Kuntilanak itu tp Kuntilanak itu gak ngejawab.Bani yg ngeliat momen mengerikan itu lgsg lari ke belakang Pak Jaka.sementara Kang Mahmud masih bentak2 Kuntilanak itu tp Kunti itu gak ngejawab Kunti itu cuma nunjuk2 ke arah kanannya.karna mungkin itu adalah jawabannya Kang Mahmud ngelepasin Kunti itu.dan Kunti itu pun terbang dan hilang entah kemana. Keringet ngucur dr wajahnya Kang Mahmud mungkin dia ngeluarin banyak energi pas td ngejambak rambut si Kunti.Kang Mahmud minum sebentar dan bilang. Kang Mahmud:"Pak Jaka,Bani kalian sudah siap?" Pak Jaka ngangguk.cuma Bani bingung..siap apa? Bani:"Siap apa Kang?" Kang Mahmud:"Kita akan perang melawan bangsa siluman." Sontak Bani kaget denger ucapannya Kang Mahmud. Bani:"Maksud Kang Mahmud?" Kang Mahmud:"Utk bisa membebaskan teman kalian kita hrs melawan siluman2 itu!" Bani:"Tapi saya takut Kang." Kang Mahmud:"Belati yg td dikasih sama Abah Rokib apa masih ada?" Bani ngerogoh kantong celananya dan ternyata belatinya masih ada. Kang Mahmud:"Gunakan belati itu sebagai senjata kamu." Bani:"Baik Kang." Pak Jaka:"Kamu tidak usah takut Ban." Bani:"I.i.iya Pak." Mereka semua bangkit dr duduknya dan lgsg jalan ke arah yg td ditunjuk sama si Kunti.mereka jalan terus nyusurin hutan hingga akhirnya mereka sampe di depan sebuah gerbang istana yg gede banget dan tinggi.gerbang itu kebuka dan didalamnya terlihat dr kejauhan Kang Ahid yg lg diiket tangannya dan dicambuk2 sama si Ratu Siluman Ular yg pernah Bani lihat waktu itu.dr sini bisa disimpulkan kalau Kang Ahid kalah dalam pertarungannya melawan RATU SILUMAN itu..diluar gerbang istana itu dijaga sama Prajurit berbadan manusia tp ada yg berkepala Srigala dan ada juga yg berkepala Babi.tinggi mereka sekitar 3 meteran dan membawa pedang.dan yg lebih parahnya lg jumlah mereka kurang lebih 50 orang. Bani bener2 kaget disitu.dia tiba2 lemes kayak yg mau pingsan.Pak Jaka nyadarin dia dgn nepuk pundaknya. Pak Jaka:"Hey hey Ban.istighfar jangan terpengaruh." Bani:"Astaghfirullah." Jwb Bani kaget Bani:"Saya gak bisa Pak.saya benar2 takut." Bani sempet nangis dia sangat ketakutan.Kang Mahmud nyoba nenangin dia. Kang Mahmud:"Kamu tidak perlu melawan mereka.tugas kamu cuma bebaskan teman kamu.dan bawa dia ke luar dr istana itu!" Pak Jaka:"Iya Ban.biar saya dan Mahmud yg akan melawan mereka." Bani cuma bisa ngangguk sambil nahan air matanya.mereka sembunyi dan nyoba buat ngatur siasat dgn.Kang Mahmud dan Pak Jaka akan ngelawan Prajurit2 itu termasuk Ratunya.sementara Bani disuruh sembunyi dulu dan ketika Prajurit dan si Ratu Siluman itu udah teralihkan.Bani hrs lgsg bebasin Kang Ahid dan membawanya keluar menjauh dr istana itu. Akhirnya Kang Mahmud dan Pak Jaka maju ngelawan semua Prajurit itu termasuk Ratunya.sementara Bani lgsg nyari tempat buat ngumpet.jantung Bani bener2 deg degan sampe2 badan dia gemeteran karna saking ketakutannya.tp karna udah tanggung dia coba buat lawan rasa takutnya.begitu bagiannya tiba dia hrs lgsg cepet bebasin Kang Ahid. Bani lihat perhatian semua Siluman itu udah tertuju ke Kang Mahmud dan Pak Jaka.dalam hati Bani bilang "Ini saatnya." Bani lgsg keluar dr tempat persembunyiannya.dia lari menuju ke Kang Ahid yg masih terikat.dia lihat Kang Ahid pingsan dan di badannya ada banyak luka bekas cambukan.dia lgsg motong tali yg ngiket Kang Ahid dgn belati td.Bani lgsg gendong Kang Ahid dan ngebawa Kang Ahid keluar menjauh dr istana itu.sebenernya dia masih ketakutan tp dia hrs tetep bw Kang Ahid.setelah dirasa udah cukup jauh Bani berbalik dia lgsg teriak manggil Kang Mahmud dan Pak Jaka. Bani:"Kang Mahmuuud..Pak Jakaaa..!!" Denger suara Bani manggil.Kang Mahmud dan Pak Jaka lgsg noleh dan lari ke arah Bani.Kang Mahmud ngasih isyarat dr kejauhan ke Bani agar trus lari karna Siluman2 itu skrg ngejar mereka.Bani yg larinya agak lambat karna dia lg ngegendong Kang Ahid akhirnya kesusul sama Kang Mahmud dan Pak Jaka.Kang Mahmud lgsg gantiin Bani buat gendong Kang Ahid.sementara para Siluman itu masih ngejar mereka di belakang. Bani:"Kita hrs pergi kemana Kang?" Kang Mahmud:"Kalian ikuti saja saya!" Bani dan Pak Jaka ngangguk dan mereka kembali lari.Bani lihat Kang Mahmud larinya cukup kenceng seolah olah gak ada beban di punggungnya padahal dia lg ngegendong Kang Ahid. Mereka terus lari dr kejaran para Siluman itu.mereka lari ngelewatin pohon2 gede dan dibalik pohon2 itu terlihat ada banyak pasang mata yg merhatiin mereka.tp sosok2 itu gak berani nyerang mereka cuma ngeliatin Bani Pak Jaka dan Kang Mahmud doang.Bani tetep fokus ngikutin Kang Mahmud dan nyuekin sosok2 itu. Sampai akhirnya mereka sampe di dua pohon gede yg kaya gerbang.yg waktu itu Bani pernah lewatin.mereka keluar dr gerbang itu.dan tiba2 ada sebuah cahaya terang yg ngehantem dua pohon itu dan ngebakar pohon itu.terlihat dr kejauhan para Siluman itu berhenti ngejar mereka.para Siluman itu kayak yg takut ngelewatin dua pohon yg udah kebakar td.akhirnya para Siluman itu pun balik arah dan hilang di kegelapan. Bani Kang Mahmud dan Pak Jaka yg udah ngos ngosan mereka semua sujud syukur. Bani:"Alhamdulillah ya Allah." Bani nangis terharu.karna dia bener2 gak percaya dgn apa yg barusan dia alami. Pak Jaka ngelirik jam ternyata waktu udah nunjukkin jam setengah 5 pagi dan terdengar dr bawah sayup2 suara adzan subuh. Dgn sisa2 tenaga yg masih mereka miliki akhirnya mereka semua turun.Kang Mahmud masih hrs gendong Kang Ahid ke bawah karna Kang Ahid belum sadar. Sampailah mereka dibawah dan mereka udah ditunggu sama Abah Rokib dan penjaga basecamp.penjaga lgsg nyamperin mereka dan mapah mereka.sementara Kang Ahid lgsg digotong dan dibawa masuk ke basecamp.didalam Bani Kang Mahmud dan Pak Jaka dikasih air sama Abah Rokib.Abah Rokib bilang Abah Rokib:"Jangan khawatir minumlah air itu!" Bani Kang Mahmud dan Pak Jaka minum air itu.Bani ngerasa lebih ringan setelah minum air itu. Abah Rokib bilang ke Pak Jaka kalau dia akan ngobatin Kang Ahid.dan dibutuhkan waktu beberapa hari utk ngobatinnya.Pak Jaka setuju dan mempercayakan Kang Ahid ke Abah Rokib. Akhirnya Pak Jaka dan Bani pamit pulang.sebelum pulang Pak Jaka pesen ke Polisi dan para penjaga agar kejadian ini jangan dipublikasikan. Diperjalanan pulang Pak Jaka cerita ke Bani kalau dia ternyata nerima bisikan gaib yg ngasih tahu kalau Kang Ahid hilang.Pak Jaka lgsg bermeditasi nyoba buat nerawang keberadaannya Kang Ahid.itulah kenapa beliau bisa tahu detail kejadian yg di alami Bani dan teman2nya. Tujuan Bani ngeshare pengalamannya adalah agar bisa diambil hikmahnya.dan utk percaya atau tidaknya dikembalikan lg ke pendapat masing2 pembaca. Tolong Bang bawain lanjutan cerita ini.sekali gua mohon maaf karena telat ngirimnya🙏. Wassalamu'alaikum wr.wb

Senin, 05 Oktober 2020

Kisah Nyata Misteri di Gunung Sumbing Via Garung

 Assalamualaikum kak, nama aku Nike, disini aku mau cerita tentang perjalanan ke gunung sumbing via garung, tanggal 9 Agustus kemarin bersama 4 temen cewek (aku(Nike), Nia, fresi, dan Dina) dan 6 cowok (Dika, feri, Joko, Yusni, Antoni, dan dimas) jadi kita rencana mau muncak hanya 6 orang aku, adek aku(Nia), fresi, feri, Dika, dan yusni. Kemudian teman aku yang bernama Joko dan Dina mau ikut bergabung, lalu teman nya Nia juga ada yang ikut gabung yaitu Antoni dan Dimas. Dan kita sepakat buat grup agar mudah untuk berkomunikasi dan memberikan info, Kita rencana berangkat pukul 13:00 wib tapi dikarenakan keterlambatan fresi yang dari Tegal jadi kita mulai berangkat dari Blora pukul 16:02 wib. Tujuan kita saat itu tidak langsung ke basecamp tapi kita akan menginap di rumah nenek saya yang berada di semayu Wonosobo, sampai disana kita pukul 23:10 wib, sesampainya disana kita langsung istirahat. Keesokan harinya kitapun berangkat menuju basecamp via garung. Tapi saat itu pendakian lumayan ramai jadi kami dianjurkan untuk nanjak pukul 13:00 wib, karena masih banyak perlengkapan yang kurang jadi kita membeli dan menyewa alat yang kurang. Setelah dirasa sudah cukup dan lengkap kita pun berangkat nanjak pukul 15:00 wib dan naik ojek dari basecamp ke pos 1 untuk menghemat waktu, tapi saat naik ojek carrier nya Dina tidak sengaja terbuka dan 4 headlamp jatuh dan hancur, bahkan tidak bisa digunakan kembali. Dina:"woi headlamp nya jatuh tadi, udah aku cari sama Dimas tapi cuma ketemu dua, yang dua hilang" Antoni:"kok bisa? Emang tadi kamu taroh mana?" Setelah berunding kita pun melanjutkan dengan senter atau penerangan seadanya. Kita pun mulai pendakian dari pos 1 dengan membaca doa dan mengatur barisan, karena dalam kelompok ini yang belum pernah mendaki hanya Joko, yusni, dan feri maka barisan pun diatur aku paling depan(leader) disusul Nia, feri, Joko, fresi, dina, Antoni, Dimas, dan Dika sebagai swiper karena dia paling berpengalaman dalam pendakian. Kita pun berjalan santai sambil bercanda tawa, Saat perjalanan menuju pos 2 Dina sudah mengeluh kecapean padahal dia hanya membawa carrier ukuran 35l dan itupun hanya diisi barang pribadinya, Antoni:"ayolah, baru nanjak masa udah ngeluh aja" antoni pun membantu dengan mendorong Dina dari belakang, kita pun beristirahat sebentar dan feri saat itu tetap melanjutkan dibarengi dengan Joko dan fresi. Selang 10menit disusul Dimas,Dina,dan antoni. karena saat itu Dika berjalan sangat lambat karena Carrier yang dibawa cukup berat, aku, Nia, dan Yusni menemani Dika di belakang. Selama perjalanan itu kita tidak menemui pendaki lain selain rombongan kita, tapi sesampainya di pos 2 cukup ramai dengan beberapa rombongan pendaki, kita pun beristirahat cukup lama disana para lelaki merokok dan bercanda tawa sambil memakan cemilan. Dimas:"10 menit lagi lanjut ya" lalu kitapun berkemas dan melanjutkan perjalanan feri sebagai leader dan Dika masih sebagai swiper. Sampai pada pos 3 bayangan kita kembali beristirahat, kabut pun mulai turun pemandangan indah dari atas mulai terlihat jelas kitapun makin semangat menuju puncak sambil mengambil beberapa gambar kita lanjutkan perjalanan menuju pos 3.Disini hari mulai gelap jam sudah menunjukkan pukul 17:45 wib kita beristirahat di jalur yang lahannya cukup luas tapi menanjak dengan pemandangan sunset yang indah kitapun berfoto foto hingga magrib pun tiba, Dika, nia, dan Dimas mengeluarkan headlamp dan yang lain memakai senter dari hp masing masing kitapun melanjutkan perjalanan dengan berdoa. Saat dibelokan Kitapun berjalan terpisah cukup jauh menjadi dua rombongan, rombongan pertama Joko, fresi,Yusni, feri, aku, dan Dimas sebagai swiper. Tapi menurut Nia rombongan kedua yang sebagai leader adalah DIMAS (padahal saat itu jelas Dimas ada dibelakang ku) disususl Dina, Antoni, Nia dan Dika. Tiba tiba brukkk!!!  Dina terjatuh pingsan, Antoni:"mbak Dina, mbak" nia bergegas mendekat dan teriak "kaaaaaaaaakkkkk, mbak dinaaa pingsan" saat menyadari teriakan itu akupun berbalik arah berlari disusul teman teman yang lain. Kita semua panik dan mencoba membangunkan Dina tapi lama dia tidak sadar. Saat dia sadar kita langsung memberinya minum dan makan tak lama kemudian ada dua pendaki dari bawah dan membantu kami tak lama ada tim SAR dari bawah lalu memeriksa Dina dan dianjurkan untuk turun. Tim SAR :"lebih baik Dina kita bawa turun karena kondisi pernapasan nya sangat tidak memungkinkan untuk naik lagi, mungkin salah satu dari kalian ikut menemani" Dika pun menyarankan agar dirinya saja yang ikut turun karena dia sudah 3 kali ke puncak jadi tidak masalah untuk dia ikut turun, kita semua hanya saling tatap karena diposisi lain kita ingin sampai puncak, disisi yang lain lagi kita pun khawatir dengan keadaan dina. Padahal saat itu jarak antara area camp sangat dekat mungkin lebih baik naik daripada dibawa turun, tapi salah satu tim SAR yang lain bilang:"lebih baik, kalian semua turun! Karena agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi rombongan kalian masih ada 3 wanita" kitapun saling tatap dan menyetujui untuk turun bersama sama. Saat turun Dina dan tim SAR duluan, sangat cepat hingga tak terlihat, formasi saat itu Dimas sebagai leader disusul fresi, Nia, aku, feri, yusni, Joko, Antoni dan Dika swiper. Menuju pos bayangan 3 tidak berbicara sama sekali kita hanya diam dan fokus pada jalan hanya suara angin yang mengiringi. Sampai pada pos 3 bayangan kita pun istirahat, hanya diam kecuali nia, dia bersenandung. tiba tiba angin bertiup sangat kencang hingga debu berhamburan saat itu Dika mengeluh kaki nya keram jadi kita di pos itu lumayan lama. Aku:"lanjut yuk, anginnya kencang banget nih" Antoni:"yaudah ayok, mas Dika udah mendingan kan?" Dika:"udah gapapa kita lanjut aja". Formasi saat itu dirubah, semula Dika swiper sekarang dibarisan no 7 sedangkan paling belakang adalah Antoni. Saat perjalanan sangat hening tak ada yang bicara saat tikungan tiba tiba aku, dan yang lain mendengar seperti suara kakek kakek yang batuk serak dari atas semak semak "ek ek ek" sepontan Antoni bicara "eh, suara burung kayaknya" sambil melihat keatas saat itu yang mendengar hanya aku, fresi, Yusni, dan antoni. Perjalanan serasa sangat lama, Dika terjatuh berulang kali karena kaki yang keram, kitapun sepakat istirahat ditengah jalur untuk memulihkan kaki Dika saat itu posisi duduk Yusni paling belakang dan aku didepannya, aku memperhatikan mereka istirahat sambil menghitung jumlah rombongan kami, tiba tiba dari belakang kiri ada suara seperti orang memukul kayu, Tek Tek Tek aku pun menoleh sekelebat ku lihat bayangan putih melayang melintas lalu ku lihat wajah Yusni yang berada di belakangku dia hanya menatap ku dan menyeringai lalu berkata Yusni:"udah jangan dilihatin" aku pun gemetar lalu aku berdiri Nike:"gaes, jangan disini yok, kita ke depan dikit cari tempat yang enak buat istirahat" mereka pun beranjak dari tempatnya dan aku berjalan dulu karena takut. Diperjalanan itu kita tak banyak omong, senter kita mulai redup, pos 2 belum terlihat perjalanan terasa sangat jauh kita tidak melihat jam sama sekali, jalannya cukup terjal kami bergantian terjatuh karena terpeleset krikil dan akar akar yang menjalar. Tiba tiba Nia yang berada di depanku berhenti aku bertanya ada apa tapi dia hanya diam dan melanjutkan perjalanan. Hening, sangat hening saat itu, lalu terlihat pos dua, kita melangkahkan kaki dengan cepat ternyata disana ada tim SAR dan Dina yang akan ditandu, dan dengan cepat tim SAR pun membawa Dina kebawah, kita ingin bergabung dengan tim SAR untuk sampai basecamp tapi langkahnya begitu cepat hingga kita tertinggal lagi. Senter yang nyala hanya tinggal 3, tapi feri dan Joko berjalan duluan dengan sedikit berlari tanpa membawa senter, kita hanya bilang ke mereka untuk hati hati karena mereka sangat tergesa gesa.sekarang Dimas paling depan membawa senter disususl fresi, Nia, aku , Dika, Yusni dan antoni. Tidak berapa lama didepan terlihat jalur yang agak lembab, saat memasuki area itu aku mencium bau wangi menyan tapi aku terdiam ternyata Nia pun mencium bau yang sama kita pun mempercepat langkah, lama dan sunyi saat itu. Kita berjalan terus dan tak lama mendengar suara motor yang menandakan pos 1 sudah dekat, sebelum pos satu ada 2 tim SAR yang membawa motor ingin turun, tim SAR itu menawarkan untuk memberikan tumpangan bagi yang mau, karena hanya ada dua motor dan 3 perempuan disini jadi yang tertinggal satu Nia pun bergegas naik seperti ketakutan tanpa kata kata lalu aku dan fresi saling tatap, aku menyarankan agar fresi yang baik karena wajahnya sangat pucat dan terlihat sangat lelah dengan debat sedikit akhirnya fresi mau, lalu Dika menitipkan carrier nya yang berat ke tim SAR itu dan carrier nya fresi yang tidak berat dibawa dika. Karena tinggal lima orang formasi dirubah Dimas leader lalu aku, Yusni, Dika dan Antoni. Sepanjang perjalanan kita hanya berbicara seperlunya dan hening taada suara jika kita tidak bicara, bahkan suara hewan pun tidak ada. Tapi untungnya tak ada gangguan apapun, Setelah beberapa lama terdengar suara ramai tawa dan perbincangan dari bawah, kita yakin itu pos 1 tapi kita berjalan lama tak sampai sampai, kita melangkah sambil berdoa agar cepat sampai di pos 1 akhirnya tak lama cahaya pos pun terlihat, kita menuju ke warung yang masih buka, disana feri dan Joko sudah menunggu. Feri:"lama banget sih kalian, sampe aku ketiduran tadi disini" Joko:"sini istirahat dulu" kita pun istirahat di warung pos 1 sambil makan semangka, gorengan, dan jajanan yang ada disana sambil bercanda dengan para ojek, lumayan lama kita istirahat dan berunding kita turun naik ojek atau jalan, Dimas ingin jalan tapi yang lain memilih ngojek karena mereka sudah lelah dan ingin cepat sampai basecamp, lalu kita bergegas naik ojek dan sampailah kita di basecamp. Kami mencari dina, fresi dan Nia. Lalu berkumpul dan bertanya apakah Dina sudah membaik, kita pun ngobrol dan canda tawa, lalu bersih bersih dan kita memutuskan untuk menginap di basecamp. Saat akan tidur kita memasak terlebih dahulu dan cerita tentang apa yang kita lihat, ternyata saat Nia tiba tiba berhenti dijalur itu dia melihat pocong bergelantungan di pohon dia sangat kaget dan dia baru berani cerita pantas saja saat tim SAR menawarkan tumpangan dia langsung naik dan Dina saat itu bilang sebelum pingsan dia melihat Dimas yang ada didepannya berubah menjadi orang hitam besar dan menakutkan, ternyata saat itu juga fresi sedang datang bulan. Setelah kita makan kita pun tidur. Hari sudah pagi, disambut pemandangan Sindoro dari seberang yang terlihat gagah, kita pun berfoto di depan basecamp, setelah itu kita pun pulang ke rumah nenek saya yang dekat basecamp untuk mandi dan sarapan lalu balik Blora.

Cukup sekian cerita dari saya kak, terimakasih 🙏🏻 
Wassalamualaikum...

live

https://www.fubo.tv/p/watch?channelId%3D19567%26type%3Dlive