Genap seminggu Ayahku meninggal dunia karena penyakit kanker paru yang dideritanya. Rasa sedih karena kehilangan sekaligus lega karena ayahku tidak menderita lagi.
Hari itu aku beserta ibu dan adik-adikku mengunjungi makam ayahku yang terletak di sebuah pemakaman umum di kota Bandung.
Seperti pengunjung biasanya kami membersihkan makam dari rumput liar yang tampak mulai tumbuh dan menaburkan bunga-bunga.
Oh ya, sebelum aku lanjutkan. Perkenalkan namaku Andra. Aku seorang karyawan swasta yang kini menjadi tulang punggung keluarga.
Ketika sedang membersihkan makam ayahku, entah mengapa perasaanku mendadak jadi tidak enak.
Di sekitarku tampak sangat sepi, padahal dekat sekali dengan permukiman warga. “Ah namanya juga kuburan pasti sepi” gumamku dalam hati.
Tak lama setelah itu aku mengalami migrain ringan di sebelah kiri, “sepertinya aku telat makan jadi masuk angin” lagi-lagi aku coba untuk berpikir positif.
Singkat cerita, aku dan keluargaku pulang ke rumah. Sesampai di rumah aku merasa sangat lelah tidak seperti biasanya.
Tanpa mandi, makan siang atau ritual lainnya, aku pun segera berbaring di atas tempat tidurku yang empuk namun sedikit bersuara reyot.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar