eco eco
Sabtu, 21 November 2020
Kisah Nyata Misteri Wesi Kuning
Judul : "WESI KUNING" Sekitar tahun 90an ada seorang lelaki kisaran berumur 60th an beliau adalah pak kasman, beliau adalah salah satu tokoh masyarakat yang ada didesa kami, masyarakat segan terhadap beliau dan menganggap beliau sesepuh desa saat itu, beliau ini senang sekali dengan alat-alat musik tradisional seperti gamelan, genong, dll serta pagelaran seni daerah, suatu hari beliau berniat mencari ikan disalah satu sungai yang ada di sebelah utara desa yang dimana sungai tersebut dipercaya sebagai sungai angker, masyarakat setempat mempercayai bahwa adanya keberadaan makhluk halus di sungai tersebut seperti siluman buaya putih yang menjelma sesosok wanita cantik bak putri kerajaan, bahkan konon kabarnya sungai tersebut dipercaya bahwa dlu pernah dialiri darah serta mayat pembantaian anggota pemberontakan pki saat itu hal ini dipercayai oleh masyarakat setempat. Pak kasman sore itu berniat memancing ikan di sungai tersebut, akan tetapi saat itu beliau tidak mendapati ikan seekorpun dan beliau sedikit mengumpat saat itu, akhirnya menjelang sorop/maghrib beliau beranjak untuk kembali pulang saat beliau hendak pulang beliau terkejut saat dinampakkan dengan sosok wanita berparas cantik tepat dihadapannya kemudian tanpa memperkenalkan diri sosok wanita tersebut memberi sebuah benda "wesi kuning/ besi kuningan" yang berbentuk seperti Gada seukuran jari kelingking dan sosok wanita itu berpesan "jaga benda ini, kalau kamu merawatnya dengan baik kamu akan mendapatkan keberuntungan" setelah itu wanita misterius tersebut hilang begitu saja dan sontak pak kasman pun terpaku melihat kejadian yang baru saja ia alami, tidak lama berselang beliau pun kembali ke rumah dengan membawa benda yang baru saja ia dapatkan. Singkat cerita setelah kejadian tersebut cerita soal pak kasman yang didatangi oleh sosok wanita misterius tersebut tersebar ke seluruh desa, dan yang membuat masyarakat kaget serta bingung, tidak lama saat peristiwa tersebut terjadi, pak kasman tiba2 menjadi orang kaya didesa dan beliau mampu untuk mendirikan sebuah sanggar seni tradisional pertama kalinya didesa saat itu, beberapa masyarakat didesa juga terkadang menasehati pak kasman untuk tidak terlalu mempercayai adanya sumber keberuntungan yang berada di "wesi kuning" tersebut akan tetapi beliau malah tetap acuh serta membantah dan berdalih "memang benar ini adalah sumber keberuntunganku". Setelah beberapa tahun berlalu ada kabar yang kurang mengenakan datang dari keluarga pak kasman dimana berturut2 ke4 anak pak kasman meninggal secara berurutan dan cukup janggal, hal itu membuat masyarakat bingung dan menghubung2kan peristiwa ini dengan kejadian masa lalu pak kasman, selang beberapa 7 hari kepergian sang anak yang terakhir kabarnya pak kasman jatuh sakit, tiba2 beliau lumpuh sekujur tubuh dengan mata terbelalak keatas tanpa ada sebab maupun gejala akan tetapi ia hanya mampu berbicara sepatah duapatah kata meskipun sedikit tidak jelas, sang istri heran mengapa ini terjadi begitu cepat hingga akhirnya pak kasman bercerita kepada istrinya tentang peristiwa yang ia alami saat di sungai hingga ia datangi sesosok wanita, sontak sang istri terkejut dan diakhir hayat beliau, ia berpesan "aku sudah tidak bisa memberi ia makan dan merawatnya" tidak lama kemudian beliau meninggal dunia. Sang istri kaget atas semua yang terjadi kepada pak kasman dan menyadari bahwa semua yang dia dapat saat ini bukan dari hasil yang baik melainkan sebaliknya, sang istri merasa kehilangan keluarganya dan sakit hati terhadap benda "wesi kuning" tersebut kemudian ia membuangnya ketempat semula ke sungai dimana pertama kali pak kasman diberi benda "wesi kuning" itu. Beberapa hari setelahnya istri pak kasman dikabarkan depresi dan mengalami gangguan kejiwaan seketika itu juga harta yang ia miliki semuanya telah lenyap bak ditelan bumi, selesai. Ada fakta menarik seputar peristiwa tersebut dimana saudara saya menambahkan dia hampir lupa dengan part cerita dimana yang konon sebelum pertunjukkan dimulai pak kasman memberikan air dimana air tersebut bekas rendaman benda "wesi kuning" serta beberapa bunga termasuk bunga kanthil serta diberi bacaan2 dengan bahasa jawa kepada para sinden serta beberapa personil alat musik tradisionalnya dengan dalih agar kuat saat pagelaran sampai esok pagi menjelang matahari terbit. Sekian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
live
https://www.fubo.tv/p/watch?channelId%3D19567%26type%3Dlive
-
mentions Cerita ini adalah cerita yang pernah gw tulis, namun dari sudut pandang berbeda, kali ini, penulis sudah mendapatkan ijin dar...
-
Kisah Nyata Misteri - Sebuah lukisan yang menggambarkan sosok manusia ataupun hewan seringkali terlihat memiliki jiwa yang ‘hidup’. Begitu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar