"20 tahun lalu, saya adalah sopir pengantar tebu" kata pak Sarip, "waktu itu maghrib. saya, sedang tidur di dalam truk, terlalu capek setelah menempuh perjalanan jauh untuk mengambil tebu dari kebun pabrik di kota sebelah. lalu. tiba2, ramai orang berteriak, sayapun terbangun"
"bergegas saya mencari tahu, apa yg terjadi, tapi tak seorangpun mendengar, akhirnya, saya ikut berlari dengan yg lain"
Pak Sarip masih menatap kosong, sembari menyesap kopi hitamnya, beliau menatap gw yg tampak serius mendengar ceritanya.
Pak Sarip masih menatap kosong, sembari menyesap kopi hitamnya, beliau menatap gw yg tampak serius mendengar ceritanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar