"Pak, kebelet"
kalimat itu mungkin bukan hal yg aneh di katakan oleh seorang gadis kecil, namun, di desa gw, kalimat itu akan berbuah menjadi hal yg tidak mengenakan terutama bila di katakan di kala hari sudah petang.
"ya sudah, ayok bapak anter" kata pak Sukin, tetangga gw
kalimat itu mungkin bukan hal yg aneh di katakan oleh seorang gadis kecil, namun, di desa gw, kalimat itu akan berbuah menjadi hal yg tidak mengenakan terutama bila di katakan di kala hari sudah petang.
"ya sudah, ayok bapak anter" kata pak Sukin, tetangga gw
pak Sukin sehari2nya bekerja sebagai kuli kasar, maklum, desa gw memang kebanyakan berisi orang2 yg bekerja serabutan, bila tidak punya kebun, maka mereka akan bekerja jadi kuli, kadang tukang kebun orang kaya, tapi kebanyakan tukang becak untuk mereka yg berpendidikan lulasan SD
beliau sendiri, tinggal di RT 3, sedangkan gw di RT 2, dan rumah Rombe, ada di RT 4, tapi hari ini lupakan sejenak tentang rumah Rombe, karena kita akan bercerita tentang penghuni pabrik gula di zona timur.
pak Sukin sendiri, memilik 2 anak, yg pertama adalah Nur, gadis yg usianya 4 tahun lebih tua dari gw, sedangkan anak yg kedua adalah Jamal, (gw pernah ceritain dia di salah satu thread lain gw), Jamal 1 tahun lebih tua dari gw. petang itu, setelah pak Sukin selesai bekerja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar